Sindir Anies Baswedan, Pendakwah Yahya Waloni: Jakarta Dikuasai Kafir Munafik

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni lewat ceramah terbarunya menyindir Gubernur DKI Anies Baswedan. Ia menyebut, Jakarta saat ini telah dikuasai oleh kaum kafir munafik.

Hal itu disampaikan Yahya Waloni lewat videonya ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, seperti dilihat pada Selasa 16 Maret 2021.

Dalam tayangan video itu, awalnya Ustaz Yahya membahas soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang dimenangkan Anies Baswedan.

Baca Juga: Ade Armando: Anies Akan Tetap Maju sebagai Capres 2024 Terlepas...

Menurutnya, secara logika partai politik kala itu menilai mustahil Anies bisa memenangkan Pilgub DKI tersebut.

“Pemilihan Gubernur DKI mustahil secara logika asumsi partai politik Anies menang itu mustahil,” ujar Yahya Waloni.

Baca Juga: Musni Sebut Jakarta Lebih Maju Berkat Anies, Uki Tunjukkan Data...

Setelah kemenangan Anies itu, kata Yahya, Jakarta pun sekarang ini telah dikuasai dan dikepung oleh kaum kafir munafik.

“Sudah dilihat Jakarta dikuasai dikepung dalam lingkaran pusaran (kaum) kafirun munafikin. Kafir cuma berapa ekor, tapi yang munafik Allahuakbar,” ungkap Yahya Waloni.

Ia pun menyebut, kaum kafir di Jakarta sebelumnya hanya 15 persen namun saat ini presentasenya meningkat menjadi 42 persen.

Baca Juga: Musni Sebut Jakarta Lebih Maju Berkat Anies, Uki Tunjukkan Data...

“Yang tadinya kafir Jakarta cuma 15 persen, bisa-bisanya si penista agama mendapat presentase sampai 42 persen,” tuturnya.

Dalam video ceramahnya itu, Yahya juga menyinggung soal Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ia menceritakan, dirinya ketika berceramah di depan seorang ketua DPR dari partai PDIP pernah mendoakan agar Megawati cepat mati.

“Saya tadi malam ceramah, saya bilang doakan supaya Megawati cepat mati. Tidak tahu saya, ketua DPR nya orang PDIP,” kata Ustaz Yahya.

Selain itu, Yahya Waloni juga mengaku enggan disebut sebagai seorang ustaz. Menurutnya, dirinya bukanlah ustaz melainkan Muhtaddin.

“Saya ini pak, Muhtaddin. Jangan cepat-cepatlah kita panggil orang ustaz,” ujarnya.

Bagikan