Terkini.id, Jakarta – Para netizen ramai mengomentari soal Komisaris PT Pelni, Kristia Budhyarto yang mengaku anaknya telah menghafal 20 juz Alquran sejak umur 7 tahun.
Salah satu netizen yang menyindir adalah @EdiMahaMG. Ia mengatkan, suatu hal yang bias jika seorang bapak murtad punya anak hafidz Alquran.
“Luar biasa sih kalau seorang bapak yang murtad punya anak hafidz Quran 30juz dari umur 7Tahun. BTW ini bisa dikonfirmasi kah??” katanya pada Sabtu, 2 April 2022.
“Saya mau kasih tanda hormat kepada beliau itu 1jt tiap juzz nya.. anak kandung tapi yaa. Ditunggu dan salam Hormat buat ananda nya,” sambungnya.

Sebelumnya, Kang Dede mengaku anaknya menghafal 30 juz Alquran sejak usia 7 tahun.
- Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan 'Khilafuck'
- JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama
- Sindir Netizen Syukuri Tjahjo Kumolo Meninggal, Kang Dede: Ngaku Paling Beragama, tapi Kelakuan Dajjal
Hal itu ia katakan saat melontarkan sindiran kepada sekelompok orang yang membaca Alquran di Malioboro, Yogyakarta.
“Anak saya hafal 30 Juz Al Quran dari usia 7thn ndak pernah tuh baca di pinggir jalan seperti gerakan membaca Al Quran di Malioboro, Jogja,” kata Kang Dede melalui akun resminya pada Jumat, 1 April 2022.
“Bisa hafal 30 Juz membaca dan menghafal di tempat yang semestinya, PESANTREN,” sambungnya.
Sebelumnya, viral sebuah video yang menunjukkan gerakan membaca Al-Quran di Malioboro. Video dengan durasi 1 menit 29 detik ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.
Dilansir dari Suara.com, video tersebut diunggah oleh akun Twitter @Irwan2yah pada Rabu, 30 Maret 2022.
Pengunggah mengkritik gerakan tersebut dan mengatakan bahwa membaca Alquran lebih baik dilakukan di masjid ataupun mushalah.
“Katanya ini lagi gerakkan membaca Al-Quran di sepanjang Malioboro. Saya Muslim, dan saya tdk anti baca Al-Quran,” tulis netizen tersebut.
“Tapi melihat fenomena ini jadi malu dan kenapa tidak sekalian bawa Toa (pengeras suara). Kita punya tempat ibadah bahkan ribuan di sana kenapa tidak di dalam masjid dan langgar, itu enak dilihat adem tidak Riya,” sambungnya.
Menanggapi pro dan kontra video membaca Alquran di Malioboro tersebut, pendakwah Azman Latief pun angkat bicara.
“Baik sekali itu, Al-Quran itu dibaca dimanapun cocok, di acara pernikahan bisa, kematian oke. Di Malioboro juga tidak apa-apa,” ujar Azman.
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman itu mengatakan bahwa aktivitas membaca Alquran juga sebagai pengingat.
“Itu menunjukkan dan mengingatkan bangsa kita yang katanya religius tetapi sangat kurang diwarnai dengan hal-hal yg religi. Ini perlu didukung dan dilestarikan,” katanya.
Azman menyebut, Alquran mengingatkan manusia untuk selalu berbuat baik dan mengancam untuk yang masih suka berbuat kejahatan.
“Sehingga di keramaian atau di tempat wisata juga cocok,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
