Sindiran Keras Rizal Ramli: Rezim Ini Paling Brutal dalam Menaikkan Harga-Harga dan Tarif yang Memberatkan Rakyat

Sindiran Keras Rizal Ramli: Rezim Ini Paling Brutal dalam Menaikkan Harga-Harga dan Tarif yang Memberatkan Rakyat

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli melontarkan sindiran keras kepada rezim berkuasa saat ini, yakni Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai bahwa rezim saat ini adalah rezim yang paling brutal dalam menaikkan harga dan tariff yang memberatkan rakyat.

“Regim ini paling brutal dalam menaikkan harga-harga dan tariff yang memberatkan rakyat,” kata Rizal Ramli melalui akun Twitter resminya pada Senin, 4 April 2022.

Mantan Menko Perekonomian ini juga menilai bahwa Pemerintahan Jokowi tidak mempunyai hati dan rasa empati kepada rakyat.

Hal ini, menurutnya, ditandai dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang membuat rakyat semakin menderita.

Baca Juga

“Pemerintah tidak mempunyai hati dan rasa empatinya kepada rakyat, kenaikan harga kebutuhan pokok membuat rakyat makin menderita,” kata Rizal Ramli.

Sebagaimana diketahui, belakangan terjadi kenaikan dan kelangkaan beberapa kebutuhan pokok masyarakat.

Terbaru, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan harga dan menuai protes berbagai pihak.

Dilansir dari Kompas, harga Pertamax 2022 resmi naik per Jumat, 1 April 2022. Kenaikan harga Pertamax terjadi di seluruh wilayah Indonesia dengan besaran beragam.

Dengan adanya kenaikan yang berlaku mulai pukul 00.00 waktu setempat tersebut, haga Pertamax kini berada pada kisaran Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter.

Itu berarti, harga Pertamax naik sebesar Rp3.500 hingga Rp3.600 per liter dari harga sebelumnya, yakni Rp9.000 hingga Rp9.400 per liter.

Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebesar 83 persen, tidak mengalami perubahan harga.

Harga Pertalite ditetapkan stabil di harga Rp7.650 per liter dan Solar subsidi harganya tetap Rp 5.150 per liter.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Irto Ginting menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM Pertamina dilakukan secara selektif.

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019,” ungkap Irto Ginting, dikutip pada Jumat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.