Singgung Permendikbud Nadiem, Faizal Assegaf: Kebijakan Germo di Tempat Pelacuran

Singgung Permendikbud Nadiem, Faizal Assegaf: Kebijakan Germo di Tempat Pelacuran

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kritikus politik, Faizal Assegaf ikut menyoroti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbud Nadiem Makarim tentang Kekerasan Seksual di lingkungan kampus.

Faizal Assegaf lewat cuitannya di Twitter, Kamis 11 November 2021, menilai Permendikbud Nadiem tersebut merupakan gambaran kebijakan premanisme dan germo di tempat pelacuran.

“Kebijakan permendikbud oleh Nadiem Makarim tidak lebih adalah gambaran PREMANISME & GERMO di tempat pelacuran,” cuit Faizal Assegaf.

Menurutnya, kebijakan dan sikap Nadiem Makarim itu sangat bobrok. Terlebih, kata Faizal, Permendikbud itu juga didukung oleh Menteri Agama dan putri Gus Dur, Alissa Wahid.

“Sikap demikian sangat bobrok, terlebih didukung oleh Menag & ‘Ratu Gusdurian’ AliSsa Wahid, seolah mereka pejuang nilai & moral!,” tegasnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Faizal Assegaf menanggapi kicauan putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid yang mengaku mendukung Permendikbud Nadiem Makarim terkait kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Alissa Wahid, Permendikbud itu untuk memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

,Saya dukung permendikbud utk memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” kata Alissa Wahid lewat akun Twitter-nya.

Ia pun menegaskan akan senantiasa mendukung lembaga apapun yang ingin memberantas kekerasan seksual di lingkungannya.

Sebab, menurut Alissa, kekerasan seksual sudah sejak lama terjadi di Indonesia dan telah banyak memakan korban.

“Siapapun lembaga yang ingin memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungannya, saya dukung. Sudah terlalu lama & terlalu banyak korban kejahatan ini,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Alissa Wahid tersebut, Faizal Assegaf pun menyebut putri Almarhum Gus Dur itu munafik ‘Haratussyaikh’.

“Inilah modus munafik ‘Haratussyaikh’ (perilaku murid menipu guru), seolah memframing pihak yang kritis pada Permendikbud No 30 mendukung Kekerasan Seksual,” ujar Faizal.

Sebutan itu dilontarkan Faizal Assegaf lantaran menurutnya, Alissa Wahid termasuk gerombolan yang bungkam dengan maraknya kasus kekerasan seksual di Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.

“Faktanya kalian gerombolan ‘Haratussyaik’, bungkam dengan maraknya kasus Kekerasan Seksual di basis pesantren NU di Jatim,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.