Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, menilai polemik penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bukanlah satu-satunya upaya pelemahan KPK.
“Faktanya bahwa KPK itu memang sudah dibunuh sebenarnya sejak 2019, dengan adanya revisi UU KPK,” ujarnya melalui Youtube Refly Harun pada Selasa, 18 Mei 2021.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dengan direvisinya UU KPK terjadi pelemahan dengan hilangnya independensi KPK
“Kita tahu dengan revisi UU KPK itu, sebenarnya yang ingin dihilangkan adalah independensinya,” tambahnya.
Bivitri juga mengatakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghilangkan independensi KPK dengan menyingkirkan pegawai-pegawai yang selama ini berjuang.
- 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Tetap Ngantor, Denny Siregar: Gak Tahu Malu
- Laporkan Pelanggaran HAM Tes TWK, Pegawai KPK yang Tak Lolos Minta Jangan Dicap Radikal
- Soal Nasib 75 Pegawai, Direktur KPK ke Firli Bahuri: Jokowi Sudah Putuskan, Mau Melawan?
- Soal 75 Pegawai KPK, Hidayat Nur Wahid: Penting agar Pernyataan Presiden Jokowi Terlaksana dengan Sebenarnya
- Rocky Gerung Kritik Sikap Jokowi Soal 75 Pegawai KPK: Hanya Permainan Komunikasi Politik
“Artinya, kalo KPK ingin dibuat mati atau tidak efektif, maka orang-orang ini (75 pegawai) yang disingkirkan,” tuturnya.
Selain itu, pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) ini mempertanyakan soal kualitas tes wawasan kebangsaan.
“Apakah betul yang membuat (soal tes) harus, misalnya lembaga-lembaga yang tidak ada kaitannya dengan urusan tes kepegawaian ASN pada umumnya,” ujar Bivitri.
Dia juga mempertanyakan konstruksi tesnya yang tidak ada kaitannya dengan kompetensi.
“Melainkan hanya wawasan kebangsaan yang cara pertanyaannya, kemudian juga metode wawancaranya yang ternyata tidak seragam dan tidak sistematis,” lanjutnya.
Menurutnya, bahwa hal itu mengindikasikan tes tersebut bukanlah tes biasa, tapi tes yang didesain untuk menyingkirkan 75 pegawai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
