Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari belakangan, soal aksi aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purwoerjo menuai perbincangan berbagai pihak.
Kini yang terbaru, melalui akun media sosial twitter akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief memberikan sebuah komentar terkait aksi yang terjadi di Desa Wadas.
Dalam cuitan yang dilontarkan Ali Syarief @alisyarief meminta Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Anak (PA) untuk turun tangan.
“KOMNAS HAM; membuat warga menjadi ketakutan, karena ulah aparat, ini wilayah kerja kalian!,” cuitnya.
“KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK, jangan berpangku tangan, segera buka traumatic center,” sambungnya.
- Nasib Ganjar Pranowo Ceramah di UGM Kena Spanduk Protes, Lari ke USU Diteriaki soal Desa Wadas
- Pilih Mana? Sama-sama ke Masjid UGM, Ganjar Dihadang Spanduk Warga Wadas, Anies Diteriaki 'Presiden'
- Gempadewa Bantah Batalkan Debat Terbuka di UGM: Pak Ganjar Terlalu Berlebihan
- Tegas Memperjuangkan Hak, Warga Wadas dan Mahasiswa Unjuk Rasa, Warganet: Hanya Gubernur yang Terlihat, Ke mana Bupati Purworejo?
- Ganjar Seperti Sendirian Selesaikan Kasus Wadas, Relawan Tuding Bupati Purworejo Lepas Tangan
Lebih lanjut, Ali juga meminta agar Komnas PA dan Komnas HAM bisa mendampingi warga Desa Wadas.
“Dampingi mereka. Kasian, mereka takut justru oleh aparatnya sendiri,” tandasnya. Dikutip dari Galamedia. Kamis, 10 Februari 2022.
Sebelumnya, aksi aparat kepolisian bersenjata lengkap yang mengepung Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.
Diketahui, penyerbuan aparat kepolisian tersebut dalam rangka pembebasan dan pengukuran lahan untuk penambangan material andesit Bendungan Bener.
Sayangnya, kedatangan aparat kepolisian ke desa tersebut mendapat penolakan keras dari para warga.
Penolakan tersebut terlihat dari warga Desa Wadas yang mempertahankan tanahnya dari rencana tambang tersebut hingga terjadi bentrok dengan aparat kepolisian.
Dalam kejadian itupula diketahui di akun media sosial twitter @Wadas_Melawan, menyebutkan sebanyak 40 warga dibawa ke Polsek Bener.
Beberapa video kerusuhan di Desa Wadas juga diunggah oleh akun tersebut. Salah satu video memperlihatkan penarikan paksa warga di dalam rumahnya.
Bukan hanya itu, dikabarkan sejumlah anak-anak di desa tersebut takut untuk berangkat ke sekolah karena banyaknya warga yang ditangkap polisi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
