Soal Efektivitas Sumur Resapan, Yunarto: Gubernurnya Fokus Stadion Aja, Urusan Ini Cukup Kontraktor yang Jawab

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Yunarto Wijaya mengomentari soal sumur resapan yang dinilai hanya memiliki kontribusi kecil dalam mengurangi dampak banjir di Jakarta.

Yunarto menyinggung bahwa masalah ini cukup dijawab oleh kontaktor sumur resapan saja, sementara Gubernur DKI Jakarta bisa fokus mengurusi stadion.

“Gubernurnya fokus tentang stadion aja, urusan ini cukup kontraktor yang jawab,” kata Yunarto Wijaya pada Senin, 13 Desember 2021.

Baca Juga: Ruhut Sitompul Terancam Dipenjara, PDIP Ngaku Tunggu Arahan DPP Partai!

Dalam berita Tempo yang dikomentari Yunarto, seorang dosen Dosen IPB University, Suria Darma Tarigan mengatakan bahwa efektivitas sumur resapan untuk mengurangi dampak banjir di Jakarta cukup kecil.

“Kontribusi sumur resapan yang dibangun di Jakarta dalam mengurangi banjir cukup kecil. Terlebih saat intensitas curah hujan pada periode dua tahun ini cukup tinggi, mencapai 90-100 sentimeter per hari, ” katanya pada Senin.

Baca Juga: Wasekjen PA 212 Ingin Potong Kuping Ruhut, Muannas Alaidid: Ikuti...

Sehingga, menurut Suria Darma, sumur resapan yang ada saat ini bukan menjadi solusi banjir di wilayah Jakarta. 

Sebab, katanya, banjir di Ibu Kota itu penyebabnya banyak, seperti permukaan tanah yang semakin turun, peristiwa rob, dan saluran drainase yang kurang berfungsi.

“Ditambah adanya kiriman air dari hulu Derah Aliran Sungai (DAS), ” katanya.

Baca Juga: Wasekjen PA 212 Ingin Potong Kuping Ruhut, Muannas Alaidid: Ikuti...

Meski demikian, menurut Surya, sumur resapan yang dibuat Pemprov DKI masih tetap bisa berfungsi mengurangi aliran air di permukaan. 

Ia lalu menjelaskan bahwa diperlukan kedalaman sumur resapan lebih dari 2,5 meter agar bisa efektif.

“Semakin dalam muka air tanah, maka sumur resapan semakin efektif,” ujarnya.

Menurut Surya Darma, sumur resapan dapat membantu meresapkan sebagian air limpasan ke dalam tanah.

Namun, hal tersebut baru akan terjadi apabila muka air tanah lebih dari 2,5 meter dan permeabilitas tanah lebih dari 2,0 sentimeter per jam.

Maka, menurutnya, sumur resapan harus dibangun pada daerah dengan muka air tanah dalam.

“Jangan dibangun pada daerah dengan muka air tanah dangkal,” terangnya.

Surya Darma menyinggung bahwa di Jakarta, ada lokasi dengan muka air tanahnya dangkal sehingga tak cocok untuk dijadikan tempat membangun sumur resapan.

Berdasarkan data publikasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, terdapat beberapa lokasi dengan kedalaman muka air tanah sekitar satu sampai dua meter.

“Mahasiswa saya pernah meneliti efektivitas sumur resapan di hulu DAS Ciliwung di Cisarua, yang berfungsi baik menurunkan aliran permukaan,” kata Surya Darma.

Bagikan