Terkini.id, Jakarta – Pakar ekonom senior Faisal Basri menyoroti soal data ekspor komoditas minerba yang dinilai hanya menguntungkan pihak oligarki ratusan triliun rupiah.
Apalagi, di sisi lain penerimaan dari negara sendiri terkait kegiatan itu hampir sama sekali tidak ada.
Faisal pun lantas mengulas kembali PP Nomor 96/2021 tentang Minerba yang jadi anak aturan UU Cipta Kerja di mana komoditas minerba utamanya batubara tidak dikenai pajak ekspor.
“Semua itu politik dan ekonominya, institusinya, ditambah dengan putusan MK jadi pabalieut, semua itu pada memuluskan cengkeraman oligarki,” ujar Faisal seperti dikutip terkini.id dari merdeka, Jumat, 31 Desember 2021.
Ia pun menjelaskan bahwa hasil sementara dari cengkeraman oligarki ini tercermin dari kontribusi ekspor pada tiga komoditas.
- Luruskan Sesat Pikir Faisal Basri, Septian Hario Ungkap Mengapa Investasi Tiongkok Mendominasi RI
- Ekspor Nikel Rugi Menurut Faisal Basri, Deputi Investasi Kemenko Marves: Keuntungannya 12 Persen
- Bandingkan Kepemimpinan SBY dan Jokowi, Warganet: Dulu Era SBY, Didemo Hampir Setiap Bulan Tapi Ekonomi Tumbuh
- Faisal Basri Yakin Sebentar Lagi Pemerintahan Jokowi Menyerah, Netizen: Omongan Bapak Gak Ada yang Benar
- Soal BLT Minyak Goreng, Faisal Basri Sebut ini Kebodohan Pemerintah: Perilaku Masyarakat Rusak
Pertama, yaitu minyak sawit mentah (CPO) yang menyumbang USD 30 miliar hinggal November 2021.
Adapun berikutnya yakni terkait ekspor batubara yang mencapai USD 30 miliar, lalu ketiga iron and steel senilai USD 18 miliar.
“Semua ini adalah kontribusinya hampir 40 persen dari penerimaan ekspor. Jadi yang menikmati adalah tiga kelompok ini yang dikuasai oleh para oligarki,” ucap Faisal.
Untuk ekspor bahan bakar mineral pada tahun ini saja sudah mencapai Rp 500 triliun.
“Kalau 10 persen saja mengucur ke roda politik, Rp50 triliun udah bisa mempresidenkan siapa saja. mereka tidak bayar pajak ekspor seperti sawit,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
