Makassar Terkini
Masuk

Singgung Citra Polri, Ali Syarief: Ferdy Sambo Monumen Kebiadaban Polisi

Terkini.id, Jakarta – Akademisi Cross Culture, Ali Syarief menyinggung citra Polri terkait Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir J atau Joshua Hutabarat.

Ali Syarief pun lewat unggahannya di Twitter, seperti dilihat Terkini.id pada Sabtu 13 Agustus 2022, menyebut Ferdt Sambo telah menjadi citra Polri negatif.

Diketahui, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J. Penetapan itu diumumkan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit beberapa hari lalu.

Selain Ferdy Sambo, Polri juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya terkait kasus tersebut yakni Bharada E, Brigadir RR dan Kuat Marif.

Bharada E disangkakan dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56. Sementara Brigadir RR disangkakan Pasal 340 KUHP  juncto Pasal 55 dan 56 yakni pembunuhan berencana.

Menanggapi penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan terhadap Brigadir J itu, Ali Syarief pun kemudian menyinggung soal citra Polri.

Menurut Ali Syarief, saat ini ada dua monumen citra di Kepolisian. Pertama, kata Ali Syarief, adalah monumen polisi ideal yakni Pak Hoegeng.

Sementara monumen kedua, menurut Ali Syarief, adalah Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai monumen kebiadaban polisi.

Ia pun lantas mempertanyakan, dari kedua monumen itu mana monumen yang akan dipertahankan Polri nantinya apakah monumen Pak Hoegeng atau Ferdy Sambo.

“Kini ada dua Monumen citra di Kepolisian; Pak Hoegeng adalah Monumen Polisi Ideal dan Sambo adalah Monumen Polisi kebiadaban. Monumen mana yang akan dipertahankan,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan tanggapan Polri terkait postingan Ali Syarief yang menyinggung soal citra kepolisian tersebut.