Terkini.id, Jakarta – Polemik wacana penundaan Pemilu 2024 masih menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Terlebih, beberapa Partai Politik telah menyetujui wacana ini.
Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) kembali jadi buah bibir usai mengatakan jika ingin menunda pemilu maka usulkan saja.
Menanggapi pernyataan Zulkifli Hasan,Mantan Sekretatis Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyentil Ketum PAN tersebut melalui cuitannya di akun media sosial Twitter miliknya.
“Pak @ZUL_Hasan yth, kalau “bubarkan” NKRI apa boleh ?, tulis Said Didu, dikutip dari cuitannya di akun Twitter @msaid_didu, Jumat 4 Maret 2022.

Said Didu menilai jika perkataan Zulkifli Hasan adalah sebuah bentuk pelanggaran terhadap aturan yang berlaku terutama aturan Pemilu. Meningat, Zulkifli Hasan adalah ketua partai yang tida seharusnya melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
Sebelumnya, Zulkifli Hasan mengatakan dalam keterangannya jika usulan menunda pemilu sah-sah saja karena itu hanya sebatas usulan sehingga masih bisa diterima atau tidak, itu tergantung bagaimana orang menyikapinya.
“Usul saja masa tidak boleh, tetapi diundur atau tidak, itu bukan soal usul, karena perlu amandemen, dekrit, atau consensus”, kata Zulkifli Hasan, dikutip dari laman Antara, Jumat 4 Maret 2022.
Dia kemudian menyebutkan jika usulan penundaan pemilu tersebut masih dalam perbincangan di jajaran Partai Politik (Parpol) dan belum ada keputusan lebih lanjut.
“Jadi, saya kira usulan itu hanya sebagai perbincangan politik saja”, katanya lagi.
Menurutnya, tujuan dari adanya negara mardeka adalah agar rakyat Bersatu dan bisa berdaulat, dengan demikian cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka, adil bagi seluruh rakyat bisa tercapai.
“Hal itu bisa dicapai kalau ada stabilitas, kalau semua akur, kompak, guyub, dan rukun. Kalau semua itu terjadi, masyarakat bisa maju dan adil bagi semuanya”, tambahnya lagi.
Dia kemudian menghimbau kepada semua rakyat Indonesia untuk hidup rukun dalam menghadapi gejolak isu yang digaungkan saat ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
