Terkini.id, Jakarta – Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI belum lama ini menyoroti soal kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Selain itu, ia juga mengungkap bahwasanya kini ada ancaman jelas di depan mata yang kemungkinan memang pada sebelum era Prabowo menjabat belum ada.
Deklarator Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) itu menilai kebijakan pembentukan pasukan komponen cadangan (Komcad) itu sudah sesuai amanat Undang-undang.
“Karena memang kewajiban Departemen Pertahanan, berdasarkan Undang-Undang, adalah menyiapkan komponen cadangan,” tutur Gatot Nurmantyo di talk show kanal YouTube Akbar Faizal, dikutip terkini.id via GenPi pada Minggu, 31 Oktober 2021.
“Jadi, rakyat itu sebenarnya punya hak dan kewajiban untuk membela negara,” sambungnya.
- Gatot Nurmantyo Nilai Pemerintah Gagal Wujudkan Keadilan Bagi Masyarakat
- Mantan Panglima TNI Sebut Ferdy Sambo Dapat Kembali Jadi Anggota Polri
- Gatot Nurmantyo Buka Suara Soal Kasus Brigadir J: Ada Pertempuran di Internal Polisi
- Ferdy Sambo Bisa Batal Dipecat? Gatot Nurmantyo: Keputusan Kapolri Bisa Diralat
- Ferdy Sambo Bisa Kembali Jadi Polisi, Gatot Nurmantyo: Kurang Ajar!
“Nah, bela negara ini perlu dilatih. Maka, Departemen Pertahanan ini membuat program.”
Gatot Nurmantyo mengatakan, program itu seharusnya sudah sejak lama dibuat, tetapi kembali lagi tergantung kondisi ekonomi dan sebagainya.
“Cuma, kan, tergantung kondisi ekonomi dan lain sebagainya karena bagaimanapun juga harus ada kebijakan Pemerintah.”
Sementara itu, program Kementerian Pertahanan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) yang mencapai Rp1.760 triliun.
Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa hal itu mungkin sesuai dengan ancaman yang ada di depan mata saat ini.
“Jadi, zaman dahulu (sebelum era Prabowo) mungkin ancaman belum terlihat. Sekarang jelas di depan mata, kan? Laut China Selatan.
Ia lantas memberikan saran kepada Pemerintah tentang ancaman yang paling mungkin akan dihadapi dan langkah strategis yang harus dilakukan.
Selain itu, hal yang mungkin menjadi pertimbangan lain adalah kebutuhan pembaruan teknologi persenjataan mengingat saat ini perkembangan teknologi amat pesat.
“Pak Prabowo berpikiran menyampaikan kepada Presiden dan Pemerintah menerima ini. Saya justru senang kalau Departemen Pertahanan punya anggaran yang banyak,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
