Sri Mulyani Bilang Indonesia Punya Bekal Kuat Hadapi Varian Omicron, Maksudnya?

Sri Mulyani Bilang Indonesia Punya Bekal Kuat Hadapi Varian Omicron, Maksudnya?

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaSri Mulyani bilang Indonesia punya bekal kuat hadapi varian Omicron, maksudnya? Terkait pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia atau World Organization (WHO) yang secara resmi memasukkan varian baru B.1.1.529 atau Omicron menjadi variant of concern (VOC) atau disebut varian yang mengkhawatirkan dari Covid-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah memiliki bekal kuat guna menghadapi munculnya varian baru Covid-19 tersebut.

Sekadar diketahui, varian Omicron mengandung 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh manusia. Bahkan, varian ini dianggap lebih cepat penularannya ketimbang varian sebelumnya yang juga ‘akut’, yaitu Delta.

Menurut Sri Mulyani, bekal tersebut adalah ilmu yang berasal dari kesuksesan penanganan pandemi Covid-19 varian Delta sejak Juli 2021 lalu. Oleh karena itu, ia berharap berharap bekal itu mampu menjadi landasan pemerintah dalam menangani varian-varian baru selanjutnya.

“Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengendalikan varian Delta dan terpeliharanya kewaspadaan dan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) dan kehati-hatian, diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru, munculnya varian baru, yaitu Omicron Covid-19,” demikian diungkapkan Sri Mulyani dalam penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD 2022 di Jakarta, Senin 29 November 2021.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjelaskan, sebelumnya pemerintah berhasil mengatasi varian Delta. Tercatat, imbuhnya, kasus harian Covid-19 telah menurun seiring capaian vaksinasi yang juga meningkat.

Baca Juga

Sri Mulyani menambahkan, pemerintah menargetkan progress vaksinasi pada akhir 2021 dapat mencapai 284,3 juta dosis atau 52,6 persen penduduk dengan asumsi vaksinasi 1,5 juta dosis per hari.

“Bila vaksinasi dapat dilaksanakan dua juta dosis per hari, maka pada akhir 2021 mencapai 301,8 juta dosis atau 55,9 persen penduduk,” ungkapnya.

Sri Mulyani memaparkan, penanganan dan pengendalian Covid-19 varian Delta didukung instrumen APBN sejak 2020.

“APBN menggelontorkan ratusan triliun untuk penanganan pandemi dan perluasan bantuan sosial. Juga memberikan insentif untuk dunia usaha, baik UMKM maupun korporasi,” bebernya.

Pemerintah, sebut Sri Mulyani, berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Bank Indonesia (BI) dalam menangani defisit fiskal, dengan pembelian SBN di pasar perdana.

Di samping itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah juga terus diperkuat dalam penanganan pandemi secara efektif dan memulihkan kembali kesejahteraan rakyat, menciptakan kesempatan kerja, dan menurunkan kembali tingkat kemiskinan.

Hal tersebut, tegas Sri Mulyani, memungkinkan ekonomi Indonesia dipatok tembus limapersen pada kuartal empat 2021.

“Perekonomian Indonesia pada 2022 juga diproyeksikan meningkat, melanjutkan penanganan pandemi yang efektif berhasil mengendalikan varian Delta dengan cepat, sehingga aktivitas ekonomi kembali meningkat pada kuartal empat 2021,” katanya.

Akan tetapi, Sri Mulyani mengatakan jika pihaknya tidak memungkiri pemulihan ekonomi tahun depan masih tidak merata bahkan tidak pasti.

“Pemulihan ekonomi di 2022 dibarengi munculnya risiko baru yang harus dikelola seperti volatilitas harga komoditas, tekanan inflasi dan implikasi kenaikan suku bunga di negara maju terutama AS, rebalancing ekonomi China, serta disrupsi rantai pasok dan dinamika geopolitik,” pesannya mengingatkan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.