Terkini.id — Bakal calon walikota Makassar, Muhammad Ismak kembali menegaskan keinginannya berkontestasi dengan menggunakan politik uang membeli suara pemilih di perhelatan Pemilihan Walikota Makassar tahun depan.
“Kalau saya mau pragmatis dengan menghabiskan duit milyaran membeli suara pemilih mending saya ngurus kantor hukum saya di Jakarta, hasilnya jelas,” ungkapnya serius disela-sela acara AAI Coffee and Talk, akhir pekan kemarin di, Hotel Crowne Plaza, Jakarta.
Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ini, mengungkapkan keengganannya menggunakan politik uang karena hal itu makin memperparah lingkaran setan antara korupsi pejabat dan mental pragmatis masyarakat.
“Kita sudah akan tahu, mereka yang memakai cara pendek dengan langsung menyiapkan uang membeli suara tanpa menawarkan gagasan atau visi yang jelas itu sudah pasti akan membutuhkan korupsi untuk mengembalikan modal yang dipakai,” urai ketua IKA Unhas Jabodetabek ini.
Hal ini diakuinya acap kali dianggap sebagai ungkapan yang klise dan utopis, tetapi pola politik transaksional harus segera mungkin diputus demi menyelamatkan prinsip dasar demokrasi.
- Muhammad Ismak Maju Atau Mundur di Pilwali Makassar 2020?
- Tim Muhammad Ismak Harap Bawaslu Awasi Jual Beli Dukungan KTP dan Intimidasi Terhadap Warga
- Massifkan Gerakan di "Darat", Tim Muhamad Ismak Bentuk Seribu Juru Bicara
- Muhammad Ismak Terpilih Ketua Umum IKA SMP 3 Makassar Pertama
- Pastikan Maju Jalur Perseorangan, Muhammad Ismak Mulai Bergerak Kumpul KTP
“Bagaimanapun harus diakui, politisi dan momentum pemilu serta pilkada menjadi penyumbang besar kerusakan mental masyarakat yang kian pragmatis. Dan itu artinya, masyarakat menganggap pilkada atau pemilu makin tidak ada hubungannya dengan keberlangsungan hidup mereka,” tutup Ismak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
