Makassar Terkini
Masuk

Tak Punya Empati, Roy Suryo Sebut KRI Nanggala-402 Hilang Seperti Harun Masiku

Terkini.id, Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo membuat cuitan yang dinilai tidak punya rasa empati terhadap peristiwa hilangnya kapal selam KRI-Nanggala-402 yang memuat 53 awak kapal.

Meskipun postingan itu sudah dihapus, namun sejumlah netizen terlanjur telah men-capture postingan tersebut.

Bukannya menunjukkan rasa empati, Roy Suryo malah menyamakan hilangnya kapal selam tersebut dengan hilangnya terdakwa korupsi Harun Masiku.

Seperti diketahui, KRI Naggala-402 dinyatakan hilang kontak di laut Bali, Rabu 2021 sekitar pukul 04.25 WIB.

Roy Suryo awalnya mengatakan harapan tentang KRI Nanggala-402 kontras dengan kabar hilangnya kapal selam tersebut.

Roy Suryo bahkan mempertanyakan kekuatan maritim yang harusnya disegani tapi malah ikut-ikutan seperti Harun Masiku.

“Sayang, Harapan yg sempat dimuat media setahun lalu ini kontras dgn Berita mengejutkan yg baru saja diterima ttg ‘Hilangnya KRI Nanggala-402” barusan.

Kekuatan Maritim yg harusnya disegani malah spt ikut2an Harun Masiku & Truk Pengangkut Barang Bukti KPK ?”

Semoga segera ditemukan,” tulis Roy Suryo lewat akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Kamis 22 April 2022 dikutip terkini.id.

Cuitannya disertai capture empat artikel berita terkait hilangnya KRI Nanggala 402.

Cuitan Roy Suryo pun disoroti netizen.

Sejumlah netizen yang menyebut Roy Suryo tak punya rasa empati.

Setelah banyak sorotan, cuitan tersebut tak lagi bisa ditemukan di akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Penelusuran Tribun-timur.com, Roy Suryo memposting ulang capture berita berita terkait hilangnya KRI Nanggala 402, namun dengan caption berbeda.

“Semoga KRI Nanggala 402 segera dpt mengatasi masalahnya & kembali naik ke permukaan dgn selamat beserta seluruh awaknya.

Pemerintah, TNI & DPR perlu segera lakukan Audit kelayakan Alutsista, terutama utk yg usianya sudah tua. Maintenance performa & keselamatan nyawa lebih utama.,” tulis Roy Suryo, Kamis 22 April 2021 pukul 11.22 siang.

Cuitan tersebut langsung direspon netizen.

Ada yang mempertanyakan mengapa cuitan sebelumnya hilang.

“Kok ilang pak?,” tulis pemilik akun @Uphew_18, disertai capture cuitan Roy Suryo sebelumnya.

Lalu dibalas pemilik akun @dekhamal.

“Susah bro, orang ini udh hilang rasa empati dan nurani nya, yg di otak nya cuman nyinyir,, Tanya in bro lagu kebangsaan Indonesia Raya udh hapalan belon, bsk ujian gtu bro… Terus antena, panci, pompa air udh di balikin belon itu… Ya Allah nih orang ya parah..,” tulisnya.

“Dicari cuitan Roy Sukro yg telah menghilang, kecepatan tangannya melebihi otaknya sih,
ga punya rasa empati sama sekali terhadap prajurit yg sedang mengalami musibah,” tulis akun Firza Husain.

Kronologi Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-403

Sebelumnya, lewat keterangan tertulis, Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispen AL) menyebutkan, kapal buatan Jerman tahun 1977 itu sebelumnya telah meminta izin menyelam ke Komandan Gugus Tempur Laut II (Danguspurla II) untuk melaksanakan penembakan Torpedo SUT.

“Namun, setelah izin diberikan, KRI Nanggala hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi,” demikian keterangan tertulis Dispen AL, Rabu malam.

Selanjutnya, TNI AL langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan KRI Raden Eddy Martadinata-313, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365.

Ketiga KRI itu melakukan pencarian dengan menggunakan sonar aktif di sekitar menyelamnya KRI Nanggala-402 melalui metode Cordon 2.000 yrds dan hasilnya nihil.

“Pukul 07.00 WIB dilaksanakan pengamatan udara dengan helikopter ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam,” demikian keterangan tertulis tersebut.

Kemudian, pada pukul 14.00 WIB, KRI Rigel dari Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau turut membantu pencarian menggunakan side scan sonar.

Selain itu, petugas mengirimkan dua mobil chamber ke Banyuwangi dan mengirim distres International Submarine Escape and Rescue Leaison Office (ISMERLO).

Dua negara telah memberi respons untuk memberikan bantuan pencarian, yakni AL Singapura dan AL Australia.