Tanda-tanda Keracunan Obat dan Cara Mengatasinya

Terkini.id – Keracunan obat merupakan kondisi yang disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan obat, baik dosis yang berlebihan maupun kesalahan dalam mengombinasikan obat.

Gejala dan cara mengatasi keracunan obat dapat berbeda tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi.

Keracunan obat biasanya terjadi pada pasien yang mengonsumsi lebih dari satu jenis obat sehingga mengalami efek interaksi obat, pada pasien lansia, anak-anak, atau orang yang memiliki masalah kejiwaan.

Keracunan obat juga dapat terjadi jika seseorang minum obat disertai minuman atau makanan yang dapat membuat obat tersebut menjadi senyawa beracun, misalnya alkohol.

Selain itu, beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap zat tertentu yang ada di dalam obat, sehingga dosis normal pun sudah dapat mengakibatkan keracunan.

Gejala Keracunan Obat

Gejala keracunan obat bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan dosis obat yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan orang tersebut ketika mengonsumsi obat.

Gejala keracunan obat juga sering kali berupa efek samping obat tersebut, namun dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Dilansir dair alodokter, beberapa gejala umum yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami keracunan obat antara lain:

Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah atau muntah darah, sakit perut, diare, dan perdarahan pada saluran cerna.

Nyeri Dada

Detak jantung lebih cepat (dada berdebar).

Sulit bernapas atau sesak napas.

Pusing atau sakit kepala.

Kejang.

Penurunan kesadaran, bahkan hingga koma.

Kulit atau bibir kebiruan.

Hilang keseimbangan.

Kebingungan atau gelisah.

Halusinasi.

Seperti dikatakan sebelumnya, gejala keracunan obat dapat berbeda, sesuai jenis obat yang menyebabkan keracunan.

Sebagai contoh, seseorang yang keracunan obat opioid akan mengalami gejala dan tanda klinis seperti pupil mata mengecil, napas melambat, lemas, mual, muntah, perubahan detak jantung, dan menjadi kurang waspada.

Sedangkan keracunan paracetamol dapat menimbulkan gejala mengantuk, kejang, sakit perut, mual, muntah, kerusakan hati, hingga koma. Kelebihan dosis paracetamol sangat berbahaya, dan biasanya baru muncul tiga hari setelah obat dikonsumsi.

Pertolongan Pertama pada Keracunan Obat

Jika seseorang mengalami keracunan obat, segeralah hubungi ambulans atau bawa ke rumah sakit terdekat, agar dapat diberikan penanganan secepatnya.

Sambil menunggu bantuan medis datang, hal-hal yang dapat Anda lakukan adalah:

Cek denyut nadi, pola napas, dan saluran pernapasannya. Lakukan resusitasi jantung paru atau RJP, yaitu pemberian napas buatan dan penekanan pada dada, bila penderita tidak merespon ketika dipanggil, tidak bernapas, tidak terdengar detak jantung, serta tidak teraba denyut nadi.

Jangan biarkan atau menyuruh penderita muntah, kecuali petugas medis menyarankan demikian.

Jika penderita muntah dengan sendirinya, segera bungkus tangan Anda dengan kain, lalu bersihkan jalan napas (tenggorokan dan mulut) orang tersebut dari muntahan.

Sebelum paramedis datang, baringkan tubuh penderita menghadap ke kiri, dan buatlah penderita berada pada posisi yang cukup nyaman.

Jangan memberikan penderita makanan atau minuman apapun yang dianggap mampu menetralisir racun, seperti cuka, susu, atau jus lemon.

Jika penderita tidak sadarkan diri, jangan memberikan atau memasukkan apa pun ke dalam mulutnya.

Penting bagi Anda untuk memerhatikan cara mengatasi keracunan obat dan menghindari beberapa hal yang dilarang di atas, agar tidak memperburuk kondisi penderita keracunan obat.

Setelah bantuan medis datang, jelaskan kepada dokter atau petugas medis, mengenai obat yang diminum dan gejala yang timbul setelah penderita mengalami keracunan.

Penanganan keracunan obat perlu dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Penderita keracunan obat sering kali membutuhkan rawat inap, agar kondisinya dapat terus dipantau.

Jika Anda secara tidak sengaja salah atau terlalu banyak meminum obat, dan khawatir mengalami keracunan obat, jangan tunggu sampai gejala muncul. Segera pergi ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Health

Ini Penjelasan Medis Kenapa Orang Bisa Cegukan

Terkini.id - Cegukan atau singultus adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ tanpa disengaja. Cegukan dapat terjadi selama beberapa detik atau menit (sementara) hingga lebih