Terkait Bendungan Lalengrie Bone, DPRD Sulsel Bakal Panggil Konsultan Perencana

Terkait Bendungan Lalengrie Bone, DPRD Sulsel Bakal Panggil Konsultan Perencana

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan memanggil pihak terkait proyek pembangunan Bendungan Lalengrie Kabupaten Bone.

Proyek pembangunan Bendungan Lalegrie menuai kritikan dari sejumlah anggota DPRD Sulsel, sebab proyek tersebut dibangun di tengah hutan, tanpa air dan jauh dari persawahan.

“Segera akan kita panggil pihak pihak yang terkait. Mulai dari kadis PUTR, konsultan perencana, kontraktor hingga camat setempat yang dianggap mengetahui proses penentuan lokasi bendungan,” kata Ketua Komisi D Rahman Pina, di gedung DPRD Sulsel, Jumat 30 April 2021.

Sebelumnya, rombongan DPRD Sulawesi Selatan yang tergabung dalam tim LKPJ gubernur tahun 2020 meninjau pembangunan bendungan Lalengrie di kabupaten Bone. 

Bendungan ini sudah dua kali mendapat alokasi anggaran hingga total Rp61 miliar. Hanya saja, DPRD geleng geleng kepala setelah melakukan peninjauan ternyata bendungan yang mendapat kucuran dana pinjaman PEN itu berada di gunung tanpa air. Di tengah  hutan pula yang jauh dari persawahan. 

Baca Juga

“Kalau ini bukan bendungan namanya, tapi kolam ikan atau embung. Ada ada saja  mereka ini,” kata anggota DPRD Sulsel, Suwardi Haseng, ketika mengunjungi lokasi.

Informasi yang beredar pasca kunjungan DPRD Sulsel ke Lalengrie, ternyata proyek yang akan berakhir kontrak kerjanya 31 Mei 2021 itu, tidak lewat perencanaan awal. 

“Itu tiba  tiba muncul  karena ada desakan dari staf khusus dari kantor gubernur,”kata seorang sumber di lokasi.

Menurut dia, bendungan awal yang melalui perencanaan itu, hanya senilai Rp21 Miliar di APBD 2020, lalu kemudian bertambah Rp40 miliar di tahun 2021.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.