Terkini.id, Jakarta – Ustaz Ahong: gak yakin Covid-19 itu hak Anda tapi Muslim yang baik taat aturan! Penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang menunjukkan angka yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir, memaksa pemerintah mengambil langkah esensial seperti menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.
Masalahnya, tidak sedikit masyarakat yang masih ngeyel dan tidak mau mematuhi protokol kesehatan yang telah ditegaskan pemerintah. Banyak di antaranya yang tidak memakai masker, tidak yakin terhadap virus corona, dan tidak mau divaksin. Parahnya, bahkan menyebarkan berita bohong atau hoaks tentang Covid-19 itu.
Terkait masih ada saja orang yang tidak berempati sedikit pun terhadap korban, baik masyarakat itu sendiri maupun para tenaga kesehatan (nakes) dan upaya yang sedang dilakukan pemerintah, Ustaz Ahong angkat suara.
Seperti dilansir dari islam.co, Selasa 13 Juli 2021, pemilik nama asli Ibnu Kharish itu mengimbau agar mereka yang terus mengumbar kabar bohong atau hoaks soal Covid-19 yang tidak ada, mengampanyekan antivaksin, dan mengumbar kepiawaian mereka seakan-akan paling paham masalah tersebut, segera menyudahi ulah yang membuat keonaran dalam situasi kegentingan kasus Covid-19 di Tanah Air.
Sejatinya, sebagai pendapat pribadi untuk tidak percaya Covid-19 itu sah-sah saja. Tetapi lain hanya jika itu dikampanyekan ke publik. Mengampanyekan ketidakpercayaan terhadap virus corona sangat destruktif dan membahayakan.
- Bagaimana Hukumnya Menikah tapi Tak Mau Punya Anak? Begini Penjelasan Ustaz Ahong
- Soal RUU PKS, Ustaz Ahong: Jika Ditolak, Ini Merupakan Sebuah Kemunduran
- Soal Unggahan 'Muazin' Jokowi, Ustaz Ahong 'Gak Umum Didengar Bukan Berarti Keliru', Begini Penjelasannya
- Gus Miftah Masuk Gereja Disebut Kafir, Ustaz Ahong Ungkit Riwayat Khalifah: Keterlaluan Banget
- Aldi Taher Yakin Masuk Surga, Ustaz Ahong Ingin Collab: Biar Bisa Kecipratan Pede
Bayangkan, siapa yang bakal menanggung akibat buruk dari kampanye itu. Sebagian orang yang terkena Covid-19, tidak mau berobat ke rumah sakit dan pada akhirnya meninggal lantaran meyakini Covid-19 tidak ada.
Ustaz Ahong dalam akun Twitternya @Ustadz_Ahong hari ini, Selasa 13 Juli 2021, mencuitkan: “Kalau anda ngak yakin ada Covid-19, ngak pakai masker, ngak mau divaksin, itu hak anda. Tapi kalau anda sudah keluar rumah, berinteraksi dengan orang lain, anda sudah terikat dengan aturan yang disepakati banyak orang.”
Saat dikonfirmasi, Ustaz Ahong mengungkapkan konsekuensi dari hidup bersama adalah taat pada aturan yang sudah disepakati.
“Memang tidak semua aturan itu sesuai dan sama dengan apa yang ada di dalam pikiran kita. Tapi tidak mungkin juga sebuah aturan itu bisa disepakati semua orang yang isi kepalanya berbeda-beda. Sehingga jalan keluar dari semua itu adalah baiknya kita ikut pada aturan yang disepakati mayoritas,” imbaunya.
Menurutnya pula, dalam konteks bernegara masyarakat sudah mengamanahkan kepada wakil rakyat dan pemerintah untuk membuat aturan bersama yang mengarah terhadap kepentingan bersama. Oleh karena itu, sebagai Muslim yang baik aturan bersama itu harus ditaati.
Terkai hal itu, Ustaz Ahong dalam cuitannya di Twitter juga menulis,“Orang Muslim itu harus taat pada apa yang sudah disepakati (HR Tirmidzi)”.
“Setidaknya, berikan dulu kepercayaan kepada pihak yang berwewenang untuk menyelesaikan masalah Covid-19. Mengampanyekan Covid-19 tidak ada, anti vaksin, dan seterusnya, pada gilirannya juga tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan saat ini adalah saling menguatkan dan membantu sesama warga negara,” imbau Ustaz Ahong.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
