Terkini.id, Jakarta – Volodymyr Zelensky yang merupakan presiden Ukraina memperingatkan bahwa Rusia mungkin saja akan menggunakan senjata nuklir untuk melakukan serangan di negara yang dipimpinnya tersebut. Hal demikian ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan CNN International, Sabtu 16 April 2022.
Dikutip dari cnbcindonesia.com pada Sabtu 16 April 2022, Zelensky mengatakan bahwa Vladimir Putin bisa saja beralih ke senjata nuklir atau kimia. Hal tersebut karena Putin tidak lagi menghargai nyawa warga negara Ukraina.
“Bukan hanya saya, seluruh dunia, semua negara harus khawatir karena itu bukan informasi yang sebenarnya, tetapi bisa jadi kebenaran. Senjata kimia mereka harus melakukannya, mereka bisa melakukannya, bagi mereka kehidupan rakyat, tidak ada apa-apa. Itu sebabnya,” ujar Zelensky.
“Kita harus berpikir untuk tidak takut, tidak takut tetapi bersiaplah. Tapi itu bukan pertanyaan untuk Ukraina, tetapi saya pikir juga untuk seluruh dunia.”
Perkiraan tentang penggunaan senjata nuklir ini sebelumnya juga pernah diperingatkan oleh intelijen Amerika Serikat (AS). Direktur CIA, yaitu Bill Burns yang mengatakan pada hari Kamis bahwa CIA ini mengamati “dengan sangat seksama” atas kemungkinan demikian.
- Eks Menkeu Kritik Jokowi Minta Urus Indonesia Dulu Ketimbang Rusia-Ukraina, Ruhut: Kadrun Sih Modal Ngebacot
- Viral Soal Tudingan Jokowi Bohong Atas Rusia-Ukraina, Faisal Assegaf Tuntut Jokowi Minta Maaf: Jangan Ngibul, Deh!
- 39 Paspampres Kawal Jokowi ke Rusia-Ukraina, Bawa Rompi Peluru hingga Senjata
- Hengkang Setelah 15 Tahun, Starbucks Tutup 130 Gerai di Rusia
- Salah Bicara! George W Bush: Invasi Terhadap Irak yang Tidak Dibenarkan dan Brutal, Maksud Saya Invasi Rusia Terhadap Ukraina
“Mengingat potensi keputusasaan Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia, mengingat kemunduran yang mereka hadapi sejauh ini secara militer, tidak ada dari kita yang dapat menganggap enteng ancaman yang ditimbulkan oleh potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata nuklir rendah,” uangkapnya.
Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke negara Ukraina, tentang apa yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya serta membasmi orang yang disebutnya nasionalis berbahaya seperti Nazi.
Sampai saat ini, Moskow telah memutuskan untuk memfokuskan serangan di wilayah Timur Negeri Jirannya itu tepatnya di wilayah Donetsk juga Luhansk. Kedua wilayah tersebut diketahui adalah wilayah yang diklaim Rusia sebagai berdiri sendiri dan tidak berada dalam kedaulatan Kyiv.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
