Terkini.id, Jakarta – Jerman merupakan salah satu negara yang tak menyukai serangan Rusia ke Ukraina. Namun, Jerman bergantung dari gas yang diekspor Rusia. Ekonomi Jerman akan terganggu kalau terus melawan Rusia dengan menyetop impornya.
Perang Rusia Ukraina selain berdampak pada kenaikan harga komoditas, juga menjadi ancaman kehancuran bagi Jerman.
“Mematikan pasokan gas Rusia akan menghancurkan ekonomi Jerman,” tulis CNBC Indonesia dari CNBC International mengutip Menteri Negara Tobias Lindner, Sabtu, 23 April 2022.
“Jika kita akan menerapkan embargo gas sepenuhnya sekarang, akan ada kemungkinan yang sangat, sangat tinggi kita harus merasakan akibatnya. Kita akan meminta (gas) kembali musim dingin mendatang. Dan itu akan menjadi kemenangan bagi Putin,” lanjut dia.
Diketahui, Jerman kekinian masih pada tahap mengurangi pasokan gas dari Rusia. Akan tetapi jika hal tersebut konsisten dilakukan akan berakibat pada krisis ekonomi Jerman.
- Media Asing Sebut Putin Tidak Akan Hadir Dalam KTT G20
- Perdana Menteri Kanada Anggap Putin Telah Gagal Invasi Ukraina
- Fadli Zon ke Ukraina, Faizal Assegaf: Jangan Tiru yang Gagal Ntar Bikin Malu
- Gara-Gara Ledekan Negara Barat, Rusia Walk Out Dari G20 Bali
- Indonesia Desak Negara G20 Bantu Akhiri Perang di Ukraina
Diterangkan Lindner, pihaknya mengatur strategi untuk mengurangi pasokan gas secepat mungkin tetapi dengan cara yang berkelanjutan.
Jerman telah berinvestasi dalam infrastruktur pipa gas dan terminal gas alam cair. Lindner bilang bahwa Jerman juga mendiversifikasi struktur pasokan gasnya sehingga Berlin tidak lagi bergantung pada satu negara seperti Rusia.
“Adalah kesalahan besar dalam sejarah kami untuk menjadi tergantung seperti kami dalam hal gas,” ungkapnya.
Alih-alih mendukung Ukraina, sebelumnya, Federasi Industri Jerman atau BDI yang merupakan kelompok lobi bisnis utama negara tersebut, justru menolak boikot energi Rusia karena akan menyebabkan konsekuensi yang tak rumit.
Seperti dikatakan Presiden BDI Siegfried Russwurm bahwa boikot akan memiliki konsekuensi. Apalagi jaringan gas benua tersebut belum dirancang untuk aliran gas dari barat ke timur.
Ekonomi Jerman hancur jika berani terus menyetop gas dari Rusia. Hal itu semakna dengan yang dikatakan Leonhard Birnbaum, kepala eksekutif raksasa utilitas Jerman E.ON.
Kata dia seperti diterangkan CNBC bahwa tanpa gas Rusia, Jerman akan menderita. Oleh karena itu upaya tersebut harus dihindari jika memungkinkan.
Agora Energiwede, sebuah think tank Jerman, menerangkan bahwa negara tersebut bergantung setidaknya 55 persen gas dan 34 persen minyak dari Rusia.
Dan dari data Center for Research on Energy and Clean Air atau CREA, Uni Eropa sendiri telah membayar US$ 23,3 miliar untuk setiap energi fosil yang diimpor dari Rusia.
Biaya energi di Jerman terbilang mahal dan inflasi hingga 5,5 persen pada Februari, dan diyakini kenaikan akan terus menghantui Jerman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
