Makassar Terkini
Masuk

Azis Syamsuddin, Dijatuhi Pidana Tambahan Berupa Pencabutan Hak Politik Selama 4 Tahun

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dijatuhi hukuman pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani masa pidana pokok,” jelas Ketua Majelis Hakim saat membacakan putusan, seperti dikutip dari Sindonews.com.

Selain itu, Azis Syamsuddin juga divonis hukuman selama 3 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Serta mewajibkan Azis untuk membayar denda Rp 250 juta subsider 4 bulan urungan.

“Menyatakan terdakwa Muhammad Azis Syamsuddin terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Muhammad Damis selaku Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor pada Kamis 17 Februari 2022.

Majelis hakim menilai, Azis terbukti secara sah dan menyakinkan telah menyuap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju melalui seorang pengacara bernama Maskur Husain.

Azis terbukti memberikan uang senilai  Rp3.099.887.000 dan USD36.000. Dan jika ditotalkan, total suap Azis sebanyak Rp3,6 miliar.

Azis diyakini telah menyuap AKP Robin untuk membantunya dalam kasus yang melibatkan dirinya dengan Aliza Gunado di Lampung Tengah.

Adapun vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Azis, dinilai lebih ringan dibandingkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Sebelumnya Azis dituntut dengan hukuman 4 tahun 2 bulan penjara serta denda subsider sebanyak Rp250 juta 6 bulan kurungan.

Dalam perkara itu Azis pun dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.