Huadi Nickel-Alloy Kembali Menelan Korban: WALHI Sulsel Tuntut Penutupan Perusahaan

Huadi Nickel-Alloy Kembali Menelan Korban: WALHI Sulsel Tuntut Penutupan Perusahaan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) kembali merenggut korban tenaga kerja. Arjun, yang kehilangan kakinya karena kecelakaan di pabrik tersebut, merupakan salah satu dari banyak korban di PT HNI pada 8 April 2023 lalu.

WALHI Sulawesi Selatan meminta perusahaan untuk ditutup dan menuntut tanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut.

Fadli Gaffar, Kepala Divisi Energi dan Pangan WALHI Sulsel, mengkritik PT HNI atas kebijakan dan sistem keselamatan kerja yang buruk, serta menegaskan bahwa kecelakaan tersebut merupakan tanggung jawab penuh perusahaan dan direksinya.

Fadli meminta PT HNI untuk meninjau kembali SOP mereka dan mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan kerja di pabrik.

“Perlu ada evaluasi terkait kebijakan perusahaan dan sistem K3 di PT HNI, sangat tidak pantas jika perusahaan tetap beroperasi dengan kerentanan kecelakaan yang tinggi hanya diselesaikan dengan minta maaf kepada keluarga. Perusahaan harus memperbaiki akar masalahnya,” kata dia.

Fadli juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh keberadaan PT HNI di Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang.

Selain merusak sumber-sumber kehidupan masyarakat, pabrik juga telah merampas air tanah masyarakat dan membunuh pengusaha lokal.

Fadli menyimpulkan bahwa penutupan PT HNI adalah solusi terbaik untuk menghindari korban-korban selanjutnya.

Sebagai Kepala Divisi Energi dan Pangan WALHI Sulawesi Selatan, Fadli menegaskan bahwa kebijakan dan praktik perusahaan harus dipertimbangkan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.