Beredar Video Dokter Asal AS Sebut Covid-19 Tak Mematikan, Ini Faktanya

Video dokter bule asal AS klaim Covid-19 tak mematikan. (Foto: Turnbackhoax)

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa dokter bule asal Amerika Serikat (AS) mengklaim virus COVID-19 tidak berbahaya dan tak mematikan.

Video tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Pipa Zei.

“Ahli virus & ahli kesehatan lokal udah sering ngasih tau kalau covid 19 itu biasa aja, nggak berbahaya, apalagi mematikan, pokoknya bisa sembuh dengan sendirinya, tapi sayang banyak yang nggak percaya dan malah dinyinyirin.

Ini nih dokter bule juga ngomong serupa bahkan ngasih data lebih lengkap & detail. Intinya covid 19 itu biasa aja, nggak mematikan, bisa sembuh sendiri. Mereka juga mengatakan kalau banyak yang meninggal karena penyakit lain tapi dimasukkan ke daftar covid 19 (kirain di sinih aja yang begitu). Lockdown / PSBB justru menimbulkan dampak yang sangat jauh lebih buruk dibanding covid 19.

Kalau masih percaya bahwa covid 19 itu mematikan, kebangetan banget deh, masih mau disanggah juga ini pendapat dokter bule?” tulis akun Pipa Zei di narasi unggahannya.

Unggahan akun Pipa Zei terkait video dokter bule klaim Covid-19 tak mematikan. (Foto: Turnbackhoax)

Menarik untuk Anda:

Diketahui dokter bule yang disebutkan mengacu pada video dokter Dan Erickson dan Artin Massihi.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta situs Turnbackhoax, Rabu, 20 Mei 2020, melansir dari mercurynewscom, ditemukan bahwa informasi yang dinyatakan kedua dokter itu keliru dan penuh dengan kesalahan statistik. Klaim dari dokter itu berisi informasi yang menyesatkan.

Menurut dr. Carl Bergstrom, seorang ahli biologi spesialis pemodelan penyakit menular dari University of Washington menyatakan, dua dokter tersebut seharusnya tidak berasumsi bahwa pasien yang mereka uji, yang datang untuk menjalani tes COVID-19 atau yang mencari perawatan segera untuk gejala yang mereka alami di tengah pandemi merupakan representasi dari jumlah populasi umum.

“Mereka telah menggunakan metode yang menggelikan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar tidak masuk akal,” kata Bergstrom.

Pemberitaan situs Politifact terkait video dokter bule klaim Covid-19 tak mematikan. (Foto: Turnbackhoax)

Bantahan lain terdapat di artikel laman politifactcom, American College of Emergency Physicians dan American Academy of Emergency Medicine mengeluarkan pernyataan bahwa data yang dikutip oleh dokter Erickson dan Massihi merupakan populasi kecil dari California yang kemudian menghasilkan kesimpulan data kematian COVID-19 yang menyesatkan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa informasi dalam unggahan video Facebook itu tidak benar alias hoaks dan masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka karena Gelar Konser Dangdut, Dapat Bantuan Hukum

Akhirnya, Jokowi Setujui Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi Pegawai Pemerintah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar