Richard Eliezer bersama ajudan Sambo lainnya yakni Farhan dan Alfons kemudian menunggu di depan Rumah Duren Tiga. Setelah menunggu beberapa jam, tiba-tiba dari dalam rumah keluar seorang wanita sedang menangis.
Bharada Eliezer pun mengaku sama sekali tidak mengenal wanita misterius yang menangis tersebut.
“Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons ‘ada orang keluar’, dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada pak Erben juga di depan rumah,” ungkapnya.
Menurut Bharada E, wanita itu sempat bertanya dimana sopir yang mengantarkannya ke Rumah Duren Tiga. Richard Eliezer kemudian membantu perempuan misterius itu menemukan sopirnya. Setelah itu, wanita yang sedang menangis tersebut pergi dari Rumah Duren Tiga.
“Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil drivernya, mobil Pajero hitam, baru drivernya datang, perempuan itu naik langsung pulang,” ucap Eliezer.
- Perlindungan Dicabut LPSK Gegara Wawancara TV, Bisakah Richard Eliezer Ajukan Permohonan Kembali?
- Usai Perlindungan Dicabut LPSK, Polri Pastikan Kondisi Richard Eliezer Sehat dan Aman
- LPSK Hentikan Perlindungan Kepada Bharada E, Ini Alasannya
- Jika Berkelakuan Baik, Richard Eliezer Disebut Bisa Bebas Lebih Cepat
- Bharada E Sudah Berstatus Warga Binaan Lapas Salemba, Tapi Kenapa Dikembalikan ke Rutan Bareskrim?
Pasca momen itu, Bharada E menyebut rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mulai merenggang dan keduanya sudah jarang tinggal serumah.
“Semenjak kejadian itu, pak FS sudah sering kali di Saguling,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
