Terkini.id, Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan jika Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat lebih jago menembak daripada Bharada E.
Pernyataan LPSK ini pun direspon oleh pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak yang menyampaikan jika dari awal mereka sudah meragukan narasi yang mengatakan jika Bharada E jago menembak.
Menurutnya, ada kesengajaan membangun narasi pemberitaan yang menyebut jika Bharada E jago menembak dan itu ia anggap hanya sebagai pembenaran atas peristiwa yang menyebabkan nayawa Brigadir J terenggut.
Martin Lukas Simanjuntak menyampaikan jika aksi tembak menembak di rumah Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo sangat diragukan kesahihannya terkait keterangan pelapor dan versi keterangan Bharada E.
“Dari awal, kami sudah meragukan pemberitaan yang mengatakan bahwa Bharada E adalah seorang sniper atau jago tembak. Karena narasi tersebut terkesan hanya seperti sengaja dibangun untuk menjadi pembenaran atas peristiwa tembak menembak yang terjadi di rumah Bapak Irjen Sambo versi pelapor dan versi keterangan Bharada E yang kami sangat ragukan kesahihannya”, kata Martin Lukas Simanjuntak, dikutip dari laman Detik.com, Jumat 5 Agustus 2022.
- Dede dan Enam Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Minta Perlindungan ke LPSK
- Terkait Kasus Vina Cirebon, LPSK Terima 4 Permohonan Perlindungan Baru
- LPSK Hentikan Perlindungan Kepada Bharada E, Ini Alasannya
- Dikawal LPSK, Bharada E Diam-Diam Sudah Dibawa ke Lapas Salemba
- LPSK Bakal Kawal Bharada E Saat Proses Rekonstruksi di Duren Tiga
Menurut Martin, salah satu yang dipertimbangkan sebelum menjadi ajudan adalah kemampuan menembak. Berbeda dengan Bharada E yang secara sprin merupakan seorang sopir.
“Fakta mengenai skill menembak almarhum yang terdaftar sebagai ajudan resmi untuk mengawal bapak Irjen Pol Sambo tentunya menjadi salah satu pertimbangan yang penting pada saat recruitment”, ujar Martin.
Martin menyebut, sebelum menjadi ajudan atau adc daru Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J pernah ditempatkan di daerah konflik dan titik rawan mudik, sehingga kemampuan menembaknya pun bisa disebut teruju.
“Hal ini diperkuat dengan keterangan dari almarhum Yosua Hutabarat yang menyampaikan bahwa selama berdinas dan sebelum menajdi adc, almarhum sering ditugaskan ke daerah rawan konflik seperti Papua. Dan bisa ditugaskan ketika ada hari raya lebaran untuk menjaga di titik-titik rawan untuk menjaga para pemudik”, kata Martin.
Sebelumnya, LPSK mengungkap sejumlah hasil penelusuran timnya terhadap Bharada E. Menurut LPSK, Bharada E tidak lebih jago menembak dibanding dengan Brigadir J.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
