Calon Kota Wisata, Kelurahan Untia Butuh Toilet Higienis

Kondisi sanitasi Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar

Terkini.id, Makassar – Kondisi sanitasi Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar,  sangat memperihatinkan, bahkan untuk mendapatkan air bersih pun susah. Berangkat dari persoalan itu Untia terpilih sebagai tempat pembangunan toilet higienis dari International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO).

“Anak-anak SD di sini kalau mau ke toilet mereka harus pulang dulu ke rumah atau bawa air dari rumah ke sekolah,” kata Kepala Kantor Layanan Teknis Makassar Taufiq Hidayat, Senin, 18 November 2019.

Sebagai calon Kota Wisata, Ia mengatakan Kelurahan Untia perlu toilet higienis untuk menarik wisatawan datang berkunjung.

Ia pun berharap dengan adanya toilet higienis bisa menarik wisatawan dan bisa meningkatkan taraf hidup warga Untia itu sendiri.

Tim dari IAPMO ada yang dari Kanada, Irlandia, Amerika, Nepal, India, Singapura, siswa dan mahasiswa, Taufiq mengatakan, saat ini, akan dilaksanakan perancangan toilet higienis yang fokus pada toilet umum yang ada di kantor Lurah Untia.

“Jadi nanti dalam seminggu ini fokus itu, kemudian tahun depan, April-Mei itu dilakukan pembangunan toilet,” ungkapnya.

Lurah Untia, Andi Patiroi, bercerita bila ada tamu yang datang dan membutuhkan toilet maka numpang di rumah warga. Tiap Warga di Kelurahan Untia masing-masing memiliki toilet.

“Sudah punya MCK semua, tapi banyak yang sudah tak layak pakai,” ungkapnya.

Terlebih, ia mengatakan saat ini suplai air PDAM sudah tak mengalir. Ia mengaku, juga banyak warga yang lari ke tetangga untuk numpang atau ke masjid bila membutuhkan toilet.

“Saluran pipa sudah masuk tapi airnya saja yang tidak sampai,” paparnya.

Ia mengaku sempat membuat sumur namun sumur tersebut hanya dipakai untuk mencuci lantaran airnya payau.

“Tidak untuk mandi dan minum karena airnya payau, jernih tapi asin,” ungkapnya.

Terkait dengan pembuatan toilet higienis, ia mengaku optimis Untia akan menjadi daerah wisata.

“Kita menyediakan dermaga kalau ada masyarakat yang mau diantar ke seberang pulau, juga ada wisata mangrove,” imbuhnya.

Internasional Program Direktor, Sean Kearney, mengatakan International Water Sanitation Hygiene (IWSH) merupakan perpanjangan tangan dari International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) yang berfokus pada sanitasi dan air bersih.

“Juga fokus pada kesehatan dan keamanan. Jadi perencanaan toilet higienis  mereka meyesuaikan kultur setempat,” kata dia.

Dia pun mengaku telah mengetahui bahwa saat ini Untia kekurangan air bersih. Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mendiskusikan untuk melakukan yang terbaik di sini.

“Di sini telah ada orang yang memiliki pengalaman dan keahlian masing-masing,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya mengikuti standar namun juga menyesuaikan dengan kondisi Untia, seperti apa kultur dan permasalahannya. jadi, kata dia, tidak ada standar tetap.

Kepala Bagian Kerjasama BSN Jakarta, Suhaimi mengatakan pembangunan toilet higienis nantinya akan memenuhi SNI: 8153 yang diadopsi langsung melaui standar IAPMO.

“Ada sekitar 4 toilet yang akan di bangun, 2 laki-laki dan 2 perempuan dengan target sekitar 6 bulan dari sekarang,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini