Makassar Terkini
Masuk

Diduga Keberadaan Ferdy Sambo Saat Insiden Brigadir J, Pengacara Bharada E: Ada di Lokasi

Terkini.id, Jakarta – Kuasa hukum Bharada E menyebut keberadaan Ferdy Sambo ada di lokasi saat penembakan Brigadir J. Ia juga mengatakan insiden penemakan tersebut atas perintah dari atasan kedinasan, Senin 8 Agustus 2022.

Irjen Ferdy Sambo diberitakan berada di lokasi kejadian ketika Bharada E alias Richard Eliezer disebut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Bharada E, Muhammad Burhanuddin berdasarkan keterangan kliennya pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada penyidik Timsus Polri.

“Ada di lokasi (Irjen Ferdy Sambo),” sebutnya saat dikonfirmasi, Senin 8 Agustus 2022, dilansir dari CNNIndonesia.com.

Di samping itu, Burhanuddin menyampaikan sosok atasan yang memerintah kliennya itu untuk menembak Brigadir J pun berada di lokasi sama saat insiden tersebut terjadi.

Meskipun demikian, Burhanuddin tidak menyebut lebih lanjut siapa sosok atasan pemberi perintah tersebut. Dia hanya menyampaikan sosok yang dimaksud itu adalah atasan kedinasan, bukan atasan saat Ia ditugaskan.

Sebelumnya, diketahui Bharada E ditugaskan untuk menjadi supir pribadi Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

“Kita sudah bisa reka-reka siapa atasannya. Atasan kedinasan, yang di tempat lokasinya,” katanya.

Pada kasus tersebut, polisi sudah menetapkan dua orang anak buah Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan atas Brigadir J.

Bharada E disangkakan Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Sementara, Brigadir Ricky Rizal dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Diketahui, Inspektorat Khusus (Itsus) sudah memeriksa 25 personel Polri soal dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani kasus kematian Brigadir J yang terjadi di rumah dinas Sambo.

Rincinya, mereka antara lain tiga jenderal bintang satu, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

Kemudian, Mabes Polri menempatkan Irjen Ferdy Sambo di tempat khusus di Mako Brimob untuk pemeriksaan lebih lanjut soal kasus penembakan di rumah dinasnya yang menewaskan Brigadir J.

Polri menyebut diduga Ferdy Sambo melakukan pelanggaran prosedur dalam kasus itu. Tetapi, Polri belum menetapkan Sambo sebagai tersangka.

Menanggapi pernyataan kuasa hukum Bharada E tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih berusaha mengungkap kasus itu.

“Timsus sedang fokus bekerja maksimal agar kasus tersebut cepat terungkap secara terang benderang berdasarkan pembuktian ilmiah (SCI). Mohon sabar ya nanti akan disampaikan,” jelas Dedi dalam keterangan tertulis.