Diduga Lakukan Pelanggaran Pemilu, Walikota Makassar Penuhi Panggilan Bawaslu

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. /Nasruddin

Terkini.id — Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar sebagai terlapor, Jumat 1 Maret 2019.

Danny Pomanto dilaporkan atas dugaan pelanggaran pemilu.

“Saya dipanggil untuk memberikan klarifikasi, yang pertama karena saya membela camat se-kota Makassar, yang kedua video saya yang jihad untuk Jokowi,” ungkap Danny usai memberikan klarifikasi selama 1 jam 30 menit di ruang pemeriksaan Kantor Bawaslu Makassar.

Dia membela Camat, karena video camat yang dituduh memberikan dukungan terhadap pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf, merupakan hasil editan.

“Video itu sebenarnya kampanye anti narkoba, misalnya camat ini, saya camat ini anti narkoba, narkobanya dihilangkan. Jadi memang video itu editan,” ungkapnya.

Terkait videonya “jihad untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf”, kata dia, video itu juga merupakan editan.

“Memang video itu merupakan video kedua saya dari 20 video yang akan saya buat untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Hanya saja video kedua saya diedit, saya berbicara di dalam video itu atas nama pribadi. Tetapi ada yang mengedit menuliskan nama saya dan jabatan saya sebagai Walikota Makassar.

Saya katakan bahwa dalam video itu saya merasah sama sekali tidak menyebut jabatan sebagai walikota, hanya menyebut nama saya, artinya itu pribadi saya,” pungkasnya.

Berita Terkait