DPRD Sulsel Lakukan Rasionalisasi Anggaran Rp177 Miliar Untuk Biaya Rujab Gubernur

Terkini.id – Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Selle KS Dalle akan melakukan rasionalisasi anggaran Biro Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebesar Rp177 miliar.

Meski Selle KS Dalle tidak menyebut secara detail Rp177 miliar tersebut diperuntukkan untuk apa saja.

Namun dalam nilai anggaran tersebut sebagai diperuntukkan untuk membiayai kebutuhan dan rumah tangga tiga rumah jabatan (rujab) yaitu rujab gubernur, wakil gubernur dan sekretaris daerah provinsi (Sekprov).

Baca Juga: RPG: Alasan Perubahan RPJMD Sulsel 2018-2023 Adalah Adanya Pandemi Covid-19

Namun anggaran Rp177 miliar itu dianggap terlalu tinggi, sehingga Komisi A akan melakukan rasionalisasi atau pemangkasan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021.

“Jadi sebelum dibawa ke DPRD, TAPD terlebih dulu memangkas Rp17 miliar. Setelah masuk di Komisi A, kita baru memangkas sekitar Rp10 miliar. Tapi kemungkinan pemangkasan itu akan bertambah,” kata Selle yang juga politisi Partai Demokrat Sulsel, di DPRD Sulsel, Rabu 15 September 2021.

Baca Juga: Target Pendapatan PAD Sulsel Turun Rp300 Miliar

Selle menjelaskan, alasan pihaknya melakukan pemangkasan usulan Biro Umum, karena rujab gubernur sudah enam bulan tidak digunakan, sehingga saat ini hanya dua rujab yang difungsikan yaitu rujab wakil gubernur dan Sekprov.

“Kalaupun plt gubernur menempati rujab gubernur, berarti rujab wakil gubernur lagi yang kosong. Itulah dasar kami melakukan rasionalisasi, jangan sampai nantinya anggarannya banyak jadi silpa karena tahun lalu silpanya itu mencapai Rp11 miliar,” jelasnya.

Selain itu, rasionalisasi dilakukan karena banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang sangat minim anggarannya. 

Baca Juga: Pembangunan Stadion Mattoanging Hanya Dianggarkan Rp4 Miliar, Stadion Barombong dan...

“Jadi dari hasil rasionalisasi anggaran rumah jabatan nantinya akan dilihat OPD mana saja yang masih minim anggarannya karena ini tidak elok jika tiga rumah masuk dalam pembiayaan tapi tiba-tiba pertengahan jalan tidak terpakai sehingga teman- teman di komisi A minta dirasionalisasi,” pungkasnya.

Bagikan