Kejadian bermula saat kedua jurnalis itu hendak melakukan wawancara di kediaman Seno Sukarto, Purnawirawan Jenderal Bintang dua itu merupakan Ketua RT di Kompleks tersebut yang sempat diwawancara pada kemarin hari.
“Awalnya saya jalan-jalan keliling komplek, terus ke rumah Ketua RT mau wawancara. Sempat diterima sama ibu RT. Intinya bilang Pak RT tidak mau ngomong karena kemarin sudah,” kata jurnalis 20 Detik yang enggan disebut namanya.
Lantas, jurnalis 20 Detik bersama jurnalis CCN Indonesia itu mencari opsi lain dengan mewawancarai tukang sapu di kompleks tersebut.
Mereka berdua hendak bertanya soal gambaran peristiwa pada saat kejadian yakni Jumat 8 Juli 2022 lalu.
“Ketemulah Pak Asep di pertigaan tuh di pinggir jalan. Oh iya, saya Pak Asep, oh ya udah. Sambil wawancara tuh sempat ada orang nyamperin, manggil si Pak Asep, terus ya udah kita lanjut wawancara tuh sama Pak Asep sambil videoin segala macam,” bebernya.
Sementara Jurnalis CCN Indonesia yang dihubungi terpisah turut membenarkan hal tersebut.
Kata dia, saat proses wawancara berlangsung ada tiga OTK datang menghampiri.
Menurut dia, perawakan tiga OTK itu tegak dan berambut cepak. Ketiganya lantas menghentikan proses wawancara dan merampas ponsel genggam dan menghapus foto hingga video.
“Tinggi kira-kira 170 cm, rambut cepak pakai kaos hitam. Tiba-tiba samperin kami dan menghapus foto dan video,” ujar sang jurnalis CNN yang enggan disebut namanya juga.
Dia juga menyebut, ketiga OTK itu memperingati jurnalis untuk tidak meliput lagi di sekitar lokasi.
Satu dari tiga OTK itu berkata kalau jurnalis sudah terlalu jauh dalam melalukan peliputan.
“Kalau masih di sana [rumah Ferdy Sambo] enggak apa-apa. Tapi kalau ke sini sudah terlalu jauh,”tutupnya. (suara.com).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
