Dukun Sakti

Dukun Sakti

EP
Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes.
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Saat itu, entah kenapa, saya merasa seperti penjual obat di pasar malam. Tapi saya tahu, kalimat2ku sedang membangunkan keyakinannya. Saya seolah memberikan sugesti kepadanya. Bahwa ia tidak lumpuh.

Pelan-pelan, Bu Rani mencoba bangun. Ia terduduk. Lalu menurunkan kakinya. Tangannya meraba tepian tempat tidur, mencari tumpuan. Suaminya tegang, nyaris tak berkedip.

“Satu langkah, Bu. Ayo. Bagus. Sedikit lagi…”

Bu Rani berdiri.

Ragu. Lalu melangkah. Satu… dua… tiga langkah… Menuju suaminya.

Baca Juga

“MasyaAllah…” gumam saya dalam hati.
Ia mulai percaya diri. Tubuhnya tegap. Kakinya mantap.

Ia berhasil!

Senyum saya mengembang. Tapi saya yakin — senyum mereka jauh lebih lebar. Bahagia tak terkira.

Bu Rani spontan mencium tangan saya.
“Terima kasih, Dokter…” katanya lirih

Ia keluar dari ruangan saya. Berjalan. Tanpa dipapah. Tanpa dibopong.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.