Emosi ke Wartawan Soal Penembakan Polisi, Anggota TNI: Kau yang Benar Buat Berita

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota TNI tampak emosi dengan pemberitaan wartawan terkait kasus penembakan yang dilakukan personel Polisi, viral di media sosial.

Video tersebut juga ikut dibagikan pegiat media sosial, Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter pada Jumat 26 Februari 2021.

Dalam video itu, terlihat anggota TNI itu emosi dan marah ke sejumlah orang diduga wartawan.

Baca Juga: 52 Jurnalis se-Sulselbar Lulus UKJ Tingkat Muda

Ia tampak menghampiri sejumlah wartawan tersebut di depan sebuah pos keamanan.

Anggota TNI itu pun mengkritik keras cara wartawan memberitakan. Menurutnya, Jurnalis jika salah memberitakan gampang meralat.

Baca Juga: Tanamkan Kepribadian Positif Sejak Dini, Anggota TNI Ajarkan Anak-Anak Mengaji

Namun, menurut personel TNI itu, berita yang sudah ditayangkan wartawan pastinya sudah terlanjur banyak dibaca orang.

“Kamu meralatnya gampang, tapi orang terlanjur baca,” ujar anggota TNI tersebut dalam video itu.

Dalam video tersebut, anggota TNI itu juga menjelaskan bahwa pihak Kapolres dan Dandim sudah melakukan mediasi damai terkait kasus penembakan itu.

Baca Juga: Bubarkan Hajatan dengan Kasar, Prajurit TNI: Siapa yang Kasih Izin,...

“Saling tembak, dua-duanya bawa pistol. Kapolres dan Dandim sudah datang ke sini melakukan mediasi damai,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia meminta agar wartawan membuat berita secara benar dan bukannya malah memanas-manasi situasi terkait kasus tersebut.

“Kau bikin berita kau panas-panasin. Yang benar bikin berita itu. Kalau gak tahu tanya, gitu loh,” tegasnya.

Menanggapi video itu, Eko Kuntadhi pun menyinggung soal klik bait yang dilakukan media dalam pemberitaan.

Eko Kuntadhi juga menyebut anggota TNI dalam video tersebut marah dengan pemberitaan yang mengadu domba antara TNI dan Polisi.

“Klik bait adalah jalan ninjaku! Anggota TNI marah banget sama berita yang mengadu domba antar aparat keamanan,” cuitnya.

Diketahui, publik baru-baru ini dihebohkan dengan aksi penembakan seorang personel Polisi, Bripka CS di sebuah kafe di Jakarta Barat yang mengakibatkan tiga orang tewas dan salah satunya adalah anggota aktif TNI AD.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi di salah satu kafe di Cengkareng, Jakarta Barat pada pukul 04.00 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan kronologi penembakan yang dilakukan anggota polisi Bripka CS.

Ia mengatakan peristiwa penembakan pagi tadi dimulai saat Bripka CS menenggak minuman keras di kafe kawasan Cengkareng Barat mulai pukul 02.00 WIB.

“Kemudian pada pukul 04.00, kafe itu akan tutup,” kata Yusri kepada wartawan, Kamis 25 Februari 2021.

Selanjutnya, kata Yusri, Bripka CS terlibat cekcok dengan pegawai kafe saat akan melakukan pembayaran.

“Dengan kondisi mabuk, CS mengeluarkan senjata api dan menembak,” ungkap Yusri.

Akibat aksi penembakan yang dilakukan anggota Polisi tersebut, tiga orang meninggal dunia. Mereka adalah prajurit TNI AD berinisial S, serta dua pegawai kafe inisial FSS dan M.

Selain itu, satu pegawai kafe inisial H mengalami luka-luka. Bripka CS sudah telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

Sponsored by adnow
Bagikan