Faisal Basri Sebut Moral Rezim Sudah Bangkrut, Ferdinand: Pernyataan Amoral

Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan ekonom senior Faisal Basri yang menyebut moral rezim saat ini sudah bangkrut lantaran menonaktifkan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Rabu 12 Mei 2021, menilai pernyataan Faisal Basri itu justru sesungguhnya tidak bermoral.

“Sebuah pernyataan yang sesungguhnya amoral dari seorang yang bicara tentang kebangkrutan moral,” cuit Ferdinand.

Baca Juga: Balas Mustofa Nahrawardaya, Ferdinand: Baik Versi Kau Beda dengan Kami

Ia pun mengatakan kepada Faisal Basri bahwa tes wawasan kebangsaan (TWK) merupakan aturan negara dan bukan keputusan dari penguasa.

“Bung, TWK itu dilakukan atas nama aturan negara, bukan atas nama selera penguasa,” tutur Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Tegas, Ferdinand ke Hilmi Firdausi: Radikal Berjubah Agama Merekalah Kadrun

Maka dari itu, kata Ferdinand, semua pihak termasuk pegawai KPK harus menerima konsekuensi dari aturan tersebut.

“Semua wajib menerima aturan dan konsekwensinya, jika masih punya moral soal hukum dan moral soal berbangsa,” tegasnya.

Sebelumnya, ekonom senior Faisal Basri menanggapi soal pemberitaan yang menyebut Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK resmi dinonaktifkan.

Baca Juga: Mantan Jubir Gus Dur Sarankan Jokowi Menyerah, Ferdinand: Satu Ilmu...

Faisal Basri pun menilai, penonaktifan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK itu menandakan bahwa moral rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini sudah bangkrut.

Hal itu diungkapkan Faisal Basri lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Rabu 12 Mei 2021.

“Rezim ini secara moral sudah bangkrut,” tulisnya.

Bagikan