Terkini.id, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan memaparkan hasil temuannya terkait persepsi dan pengelolaan sampah di kawasan strategis nasional Mamminasata.
Mira Janna, selaku Ketua Tim Riset Sampah WALHI Sulawesi Selatan memaparkan hasil temuannya dengan judul ‘Dari Hulu ke Hilir: Persepsi dan Pengelolaan Sampah di KSN Mamminasata’.
Mira menjelaskan bahwa pengelolaan maupun infrastruktur TPA yang ada di KSN Mamminasata masih jauh dari harapan.
“Kondisi ini kemudian diperparah dengan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di KSN Mamminasata sekitar 0,51 kg per hari atau per orang,” kata Mira, Jumat, 4 Juni 2021.
Selain itu, Mira juga menekankan bahwa sistem pengelolaan TPA yang ada di KSN Mamminasata seperti TPA Tamangapa Antang Makassar, TPA Balang Takalar, TPA Bonto Ramba Maros, dan TPA Cadddika Gowa belum mengadopsi sistem pengelolaan berbasis sanitary landfill.
- WALHI Sulsel Dirikan Posko Aduan untuk Hentikan Kejahatan Lingkungan
- Tolak Tambang Emas di Rampi, Walhi Minta Bebaskan 17 Masyarakat Adat
- WALHI Beri Kritik Tajam atas Proyek Sampah Pemkot Makassar
- Bencana Ekologis dan Ketimpangan Air: Catatan Suram WALHI Sulsel untuk 2024
- WALHI Soroti Debat Perdana Pilgub Sulsel: Lingkungan Hidup Hanya Sebatas Janji?
“Artinya, baik dari hulu maupun hilir, aspek pengelolaan sampah di KSN Mamminasata itu masih kurang maksimal” sebutnya.
Oleh karena itu, Mira memberikan beberapa rekomendasi terkait dengan pengelolaan sampah di KSN Mamminasata.
Pertama, tingkatkan sistem pengelolaan sampah di KSN Mamminasata menjadi sanitary landfill, perkuat implementasi regulasi yang sudah ada, dan mengkaji ulang pembangunan PLTSa.
Selain itu, meminta ada kajian analisis sosial-lingkungan terkait penentuan TPA Regional Mamminasata.
“Libatkan masyarakat secara meluas dalam gerakan pengurangan dan penanganan sampah,” paparnya.
Sementara, Makmur selaku Direktur YAPTA-U menilai kondisi sampah di Mamminasata sudah sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi dengan kondisi TPA Tamangapa Antang yang belum terkelola dengan baik sampai hari ini.
Selain Makmur, Andi Rahmawati selaku perwakilan dari DLH Provinsi Sulawesi Selatan juga memberi tanggapan bahwa pengelolaan sampah di KSN Mamminasata harus bersinergi dengan masyarakat sipil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
