Terkini.id, Gowa – Indonesia sebagai negara besar yang memilki lahan subur dan dapat di tanami apa saja, adalah potensi di sektor Pertanian. Diperkirakan hingga tahun 2030 Indonesia akan bertahap memasuki bonus demografi. Penduduk Indonesia dengan usia produktif akan mencapai 70 persen.
Dengan bonus demografi tersebut, Indonesia tentu akan diisi oleh generasi Z dan kaum milenial di masa yang akan datang.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut tentu pengembangan kualitas SDM pertanian menjadi sangat krusial. Namun yang menjadi tantangan adalah anak-anak milenial saat ini enggan menjadi petani. Rata-rata para milenial lebih memilih untuk pergi ke kota mencari pekerjaan di sektor industri. Padahal 78 persen petani di Indonesia saat ini berusia lanjut.
Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) gencar menggaet kaum milenial menjadi petani.
Hal itu dikatakan langsung olehnya usai acara Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian 2022 di Kampus Polbangtan Bogor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis 15 Desember 2022.
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
- Mahasiswa Turun ke Sawah! Aksi Polbangtan Kementan Dukung Cetak Sawah Rakyat
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Wujudkan Akreditasi Unggul, Polbangtan Gowa Perkuat SPMI Lewat Workshop Strategis
- Program Strategis Kementan, Perkuat Sinergi antara pemerintah, Akademisi dan Pelaku Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional
“Kita lakukan agenda pelatihan dan ajakan program. BPSDM harus terus menggencarkan dan mengendalikan itu (program petani milenial). Sehingga kaum milenial tertarik menjadi petani,” kata Mentan Syahrul.
“Petani kita sekarang rata-rata 78 persen orang tua. Berarti anak anak kita belum kita turunkan. Minimal langkah awal. Kita harap setiap provinsi harus ada petani milenial. Bahkan, kita canangkan, setiap desa harus memiliki petani milenial,” tambahnya.
Melalui tiga pilar utama andalannya yaitu penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus menggaet kaum milenial untuk terjun ke dunia pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, melalui tiga pilar tersebut, BPPSDMP melakukan regenerasi petani dan menargetkan banyak milenial Indonesia terjun menjadi petani.
“Petani milenial perlu terus dibekali kemampuan manajerial, agenda intelektual, dalam rangka terus meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan kolaborasi, tentu regenerasi petani menjadi suatu keniscayaan yang turut berkontribusi untuk kemajuan pertanian Indonesia,” tutur Dedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
