Hari Jadi Lutim Ke-18, Petani dan WALHI Menanti Keseriusan Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Hari Jadi Lutim Ke-18, Petani dan WALHI Menanti Keseriusan Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pada peringatan hari lahir Luwu Timur ke 18, masyarakat berharap Bupati Luwu Timur Budiman membantu masyarakat menyelesaikan konflik agraria.

Konflik agraria yang dialami oleh petani di Kecamatan Mangkutana dan Kecamatan Burau merupakan pekerjaan rumah bagi Bupati Luwu Timur. Sebab, hal ini menyangkut soal ruang hidup masyarakat yakni petani Luwu Timur.

Kepala Desa Lumbewe, Nahris menyampaikan bahwa kami telah melakukan pertemuan dengan pihak PTPN beberapa kali, namun hasilnya nihil. Pihak perusahaan terus saja mengklaim lahan milik masyarakat yang telah dikelola sejak puluhan tahun.

“Terakhir kami melakukan pertemuan dengan perwaikilan direksi ptpn di hotel racing Makassar yang di fasilitasi teman-teman organisasi masyarakat sipil namun tidak menemui hasil,” kata    Nahris, Senin, 3 Mei 2021.

Dalam pertemuan yang diadakan pada tanggal 19 april 2020 di racing hotel, pihak PTPN meninggalkan lokasi dialog saat pertemuan belum selesai. 

Baca Juga

Staf departemen advokasi dan kajian WALHI SulSel, Arif Maulana menyampaikan bahwa, saat ini masyarakat menginginkan pihak Pemda ikut dalam menyelesaikan persoalan ini. 

Menurutnya, Bupati mesti membantu masyarakat yang mencari keadilan. 

“Saat ini masyarakat Luwu Timur merasa terancam dengan adanya pengklaiman yang dilakukan oleh pihak PTPN,” sebutnya.

Oleh karena itu, Arif meminta Bupati Luwu Timur menjadikan konflik antara masyarakat dengan PTPN XIV sebagai penanganan prioritas.

“Berhenti mengorbankan masyarakat untuk kepentingan pihak tertentu,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.