Masuk

HP Brigadir J Tiba-tiba Aktif, Kamaruddin Simanjuntak: Almarhum Bisa Main WhatsApp dari Kuburan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – HP Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat disebut tiba-tiba aktif. Hal itu membuat kuasa hukum dan keluarga Yosua kaget.

Kuasa hukum keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak kaget dengan kejadian itu, Dia bahkan heran almarhum Brigadir J bisa menggunakan WhatsApp dari kuburan, hingga mem-blokir saudaranya juga.

Pada 8 November 2022 kemarin, keluarga Yosua menyebut jika nomor telepon Yosua kembali aktif dan keluar dari group keluarga secara tiba-tiba.

Baca Juga: Sebut Perbuatan Sambo Sudah Menghancurkan Karier Suaminya, Istri Arif Rahman: Tega!

Dari tangkapan layar group WhatsApp keluarga Yosua, terlihat jika nomor Yosua keluar dari group kemarin, tercatat pada pukul 07.19 pagi. Nomor Yosua yang tiba-tiba aktif membuat ibu dan kakak Yosua kaget dan curiga.

Peristiwa ini lantas membuat kuasa hukum keluarga Yosua melaporkannya ke Bareskrim Polri. Kamaruddin mengaku telah mencoba menghubungi nomor Yosua.

Namun, terdengar sibuk. Nomor Yosua diketahui sudah lama tidak aktif pasca kasus pembunuhan. Tetapi, hingga saat ini, Hp Yosua masih hilang dan tidak diketahui keberadaannya. 

Baca Juga: Ibu Bharada E Berharap Anaknya Divonis Bebas: Kalau Tuhan Berkenan Semua Pasti Terjadi

“Mungkin yang terjadi seperti ini, orang mati bisa kirim uang melalui e-Banking Rp 200 juta, kemudian orang mati tiba-tiba bisa main WhatsApp dari kuburan,” kata Kamaruddin kepada awak media.

Kamaruddin juga mengaku nomor Yosua saat dihubungi terdengar sibuk dan tiba-tiba saja nomor kakak Yosua diblokir.

“Dan saya telepon tadi pagi nomor itu, dia sibuk. Jadi almarhum juga di kuburan sibuk bertelepon kemana-mana, sehingga ketika saya telepon HP-nya sibuk terus,” ucapnya.

“Tiba-tiba dia blokir nomornya Yuni (Kakak Brigadir J, Yuni Artika Hutabarat). Jadi alharhum juga dari kuburan bisa memblokir HP,” sambungnya.

Baca Juga: Hendra Kurniawan Minta Dibebaskan dari Kasus Kematian Brigadir J

Dalam kesaksian di persidangan mantan ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq mengaku di hadapan hakim persidangan dirinya diperintah oleh Kompol Chuck Putranto untuk mengambil barang-barang milik Yosua.

Daden menyebut memberikan barang-barang milik Yosua termasuk dua HP ke Biro Provos sebelum jenazah Yosua diserahkan ke Jambi.

“Barang-barang almarhum ke Biro Provos,” ujar Daden.

“Barang-barang almarhum ada di mana?” Tanya hakim.

“Ada di kamar ADC di Saguling yang mulia,” jawab Daden.

Daden juga mengaku masuk di ADC bersama Brigadir Ricky Rizal dan mengambil barang-barang Yosua untuk dimasukkan ke dalam tas berupa baju, celana, sepatu, tas, koper, dan dua HP. Dia juga mengaku tak membawa senjata milik Yosua, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV oleh Terkini.id, Rabu 9 September 2022.