Masuk

Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, Putri Candrawathi Disebut Masih Jalani Wajib Lapor ke Bareskrim Seminggu Dua Kali

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi disebut masih menjalani wajib lapor usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum Putri, Arman Hanis. Meskipun Putri tidak ditahan, Arman mengatakan bahwa kliennya itu masih terus menjalani wajib lapor ke Bareskrim Polri.

“Sudah (wajib lapor) terakhir kemarin jam 14.00 WIB di Bareskrim,” terang Arman dalam konfirmasi, Selasa 27 September 2022, dilansir dari Suara.com.

Baca Juga: Ferdy Sambo Buka Mulut Soal Dugaan Suap Tambang Ilegal Kepada Kepolisian

Arman mengaku dirinya tidak tahu Putri Candrawathi sudah berapa kali menjalani wajib lapor. Tapi yang pasti, menurutnya Putri melakukan hal itu dua kali dalam sepekan.

“Saya tidak hitung silahkan cek ke penyidik saja,” kata dia.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah, mengaku enggan membeberkan perihal wajib lapor yang dilakukan Putri Candrawathi. Alasannya karena itu merupakan teknis penyidikan.

Baca Juga: Bantah Soal Setoran Tambang Ilegal, Kabareskrim Dinilai Pengamat Tak Hormati Penyelidikan Polri

“Itu teknis (Penyidikan). Nanti kami coba carikan info,” kata dia.

Putri Candrawathi sejauh ini memang tidak dilakukan penahanan. Seperti yang diketahui, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, membenarkan kalau pengajuan pemohonan penangguhan penahanan Putri telah diterima oleh pihak kepolisian.

Kata Agung, permohonan itu diterima saat Putri Candrawathi menjalani pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri pada Rabu 31 Agustus 2022 lalu.

Pengajuan penangguhan penahanan itu diajukan secara resmi oleh tim kuasa hukum.

Baca Juga: Kabareskrim Bantah Terima Setoran Hasil Tambang Ilegal, Ini Kata IPW

“Tadi malam Ibu PC sudah dilakukan pemeriksaan, kemudian ada permintaan dari kuasa hukum atau lawyer Bu PC untuk tidak dilakukan penahanan,” kata Agung di Komnas HAM, Jakarta, Kamis 1 September 2022.

Putri Candrawathi tidak ditahan karena penyidik memiliki sejumlah pertimbangan.

“Penyidik masih mempertimbangkan. Pertama alasan kesehatan, kedua kemanusiaan, yang ketiga masih memiliki balita. Jadi itu,” jelasnya.