HPMT Desak Kejari Tahan Tersangka Kasus Korupsi RSUD Jeneponto

Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Cabang Jeneponto dan HPMT komisariat Yapti Jeneponto menggelar unjuk rasa didepan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto, Rabu, 20 November 2019

Terkini.id,Jeneponto Himpunan  Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Cabang Jeneponto dan HPMT Komisariat Yapti Jeneponto menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto, Rabu, 20 November 2019.

Puluhan mahasiswa itu menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya terkait kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran makan minum (Mamin) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Jeneponto tahun 2013-2014.

Dalam aksinya, pengunjunjuk rasa mendesak Kejari Jeneponto untuk melakukan penahanan terhadap orang tersangka kasus dugaan korupsi anggaran makan minum RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto.

“Pihak Kejaksaan Negeri Jeneponto harus menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Jeneponto, harus adanya perlakuan sama bagi setiap orang di depan hukum,” kata Ketua PB HPMT Jeneponto Herdiawan.

Dengan suara lantang menyuarakan pihak Kejaksaan harus mengusut tuntas indikasi korupsi yang terjadi di Jeneponto.

“Kami mendesak Kejari untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Butta Turatea,” tegasnya.

Pengunjuk rasa ditemui langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Ramadiyagus.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan penahanan, biarkan kami bekerja secara professional. Kami tidak akan menahan karena tekanan dari siapa pun,” kata Ramadiyagus.

Dimana sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, menetapkan 3 tersangka dalam dugaan korupsi Makan dan Minum (Mamin) 2013, di RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas). Tiga orang yang ditetapkan tersangka, yakni, inisial H.S (pria) , Hj.S (wanita), dan K (pria).

Berita Terkait
Komentar
Terkini