Film Panraki Pa’Boya Boyangang, Rekam Perjuangan Nelayan Kodingareng Lawan Aktivitas Tambang Pasir Laut

Terkini.id, Makassar – Wahyu Chandra mengabadikan perjuangan nelayan warga Kodingareng Lompo melalui film dokumenter Panraki Pa’Boya Boyangang. Film tersebut menangkap suasana kebatinan masyarakat yang terdampak tambang pasir laut oleh PT Boskalis

Kendati sudah setahun lebih PT Boskalis berhenti beroperasi, namun dampaknya masih terasa bagi nelayan hingga saat ini. Berbagai ancaman kini tengah mengepung Pulau Kodingareng Lompo, mulai dari abrasi hingga sulitnya menangkap ikan. 

“Beberapa titik di pulau terjadi abrasi, temuan masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Apakah apakah aktivitas tampang pasir penyebab tunggal atau seperti apa?” kata Wahyu, Senin, 8 November 2021. 

Baca Juga: Pilu! Gadis 22 ini Terjebak di Tubuh Anak Usia 8...

Panraki Pa’Boya juga menangkap kondisi psikologis perempuan Kodingareng yang terus menghantui mereka hingga saat ini. Rasa trauma tergambar di wajah perempuan Kodingareng. 

“Perempuan masih menyimpan rasa takut akibat tambang pasir laut bahwa laut mereka akan tenggelam,” ungkapnya.

Baca Juga: Banjir Rob di Kodingareng, WALHI Sulsel Minta Pemkot Makassar ke...

Rusaknya wilayah tangkap nelayan Pulau Kodingareng menambah kesulitan warga. Mereka kemudian berutang untuk bertahan hidup. 

Tahir, salah seorang nelayan Kodingareng bercerita sejak ada tambang pasir laut pendapatan mereka menjadi berkurang dan hidup nelayan serba susah. 

Namun, setelah tak ada aktivitas tambang pasir pendapatan nelayan tak serta merta mengalami perbaikan secara langsung. 

Baca Juga: Banjir Rob di Kodingareng, WALHI Sulsel Minta Pemkot Makassar ke...

“Baru-baru saja saya mencari ikan tapi tidak mendapatkan hasil. Sejak berhentinya tambang pasir tidak serta merta stabil, kadang dapat kadang tidak,” kata Tahir. 

1 2 3 4
Selanjutnya
Bagikan