Inspiratif, BEM Polbangtan Gowa gelar AgriCamp, Penyuluhan di Daerah Pelosok Kabupaten Gowa

AgriCamp BEM Polbangtan Gowa

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa untuk pertama kalinya menggelar kegiatan eksternal yang bernuansa alam. Kegiatan tersebut dinamakan AgriCamp 2019. AgriCamp merupakan representasi dari kondisi pertanian, peternakan dan masyarakat yang sebenarnya.

AgriCamp Volume 1 dilaksanakan di Dusun Borongbulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa. Dusun Borongbulo saat ini termasuk dalam kampung yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan penyuluhan pertanian maupun peternakan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 November sampai 1 Desember 2019.

Pengurus BEM Polbangtan Gowa melalui departement medinfo melaksanakan penyuluhan dihadapan masyarakat Dusun Borongbulo yang berjalan interaktif. Adapun materi yang disampaikan terkait bidang penyuluhan dan bidang peternakan dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. Materinya antara lain: Pestisida Nabati dari Sereh dan Daun Pepaya, Pestisida Nabati dari Daun Laruna/Babanjaran, Fermentasi Dedak sebagai Alternatif Pakan Ternak, Pemanfaatan Daun Babanjaran dan Daun Sirih untuk Pengobatan Luka pada Ternak.

Kegiatan penyuluhan

Tak jarang masyarakat seringkali bertanya mengenai pertanian dan peternakan di luar dari materi. Di sisi lain, kegiatan mengajar di bangku Sekolah Dasar (SD) dan SMP juga dilakukan pada hari pertama kegiatan AgriCamp, lalu disusul kegiatan nonton bareng di hari terakhir pada malam harinya.

Kegiatan mengajar di Sekolah SD

Imam selaku Ketua BEM Polbangtan Gowa, berucap bahwa Kegiatan AgriCamp membawa pengaruh positif bagi masyarakat Dusun borongbulo. Untuk pertama kalinya penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan dilaksanakan di daerah pelosok tersebut. Masyarakat sangat antusias ketika penyuluhan sedang berlangsung.

Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada mahasiswa Polbangtan Gowa, seakan mereka sangat membutuhkan pengetahuan seputar tentang pertanian dan peternakan. Seusai penyuluhan, kepala dusun Borongbulo menyampaikan terimakasih dan meminta kepada mahasiswa agar terus melanjutkan kegiatan seperti ini sebagai bagian dari pembinaan masyarakat tani didaerahnya.

Harapan saya kegiatan ini kedepannya dapat lebih maksimal lagi,mesti banyak lagi ilmu pertanian dan peternakan yang wajib dipelajari di kampus kemudian dibagi kepada petani dan peternak. Seyogyanya AgriCamp 2020 harus mematahkan ekspektasi bahwa kegiatan di alam terbuka sangat baik bagi mahasiswa Polbangtan Gowa. Seperti kata orang bijak, “Alam raya bukanlah sebuah kemewahan, melainkan suatu kebutuhan bagi jiwa manusia, dan itu sama pentingnya dengan kebutuhan air dan makanan yang baik bagi tubuh kita,” Pungkasnya.

Peserta AgriCamp Volume 1 juga dihadiri dari perwakilan-perwakilan organisasi kampus Polbangtan Gowa seperti Badan Pewakilan Mahasiswa (BPM), UKM Germapala, HMJ Peternakan, dan Provost. Terselenggaranya AgriCamp 2019 dapat membangun relasi serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat umumnya dan khususnya pelaku utama. Demikian juga halnya sebagai pembuka jalan agar seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa nantinya dapat terlibat secara langsung. Back to nature! (IMM/MUZ).

Berita Terkait