ISIS Kembali Berulah, 18 Tentara Suriah Tewas di Penjara

Terkini.id, Jakarta – Kelompok ISIS kembali berulah, dengan melakukan penyerangan terhadap tentara Suriah, di penjara, Jumat 21 Januari 2022. 

Diketahui sekitar 34 orang tewas dalam kejadian itu, dan 18 diantaranya merupakan tentara Suriah. 

Sebelumnya, kelompok ISIS memang sempat menjadi ancaman besar saat mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan Suriah pada 2014 lalu. 

Baca Juga: Akibat Bantu ISIS, Lima WNI Diberi Sanksi Oleh Amerika Serikat

Mereka mendeklarasikan diri sebagai ‘kekhalifahan’ baru bagi umat Islam. 

Kemudian pada Desember 2017, Irak melakukan gempuran besar-besaran hingga akhirnya menyatakan ISIS sudah kalah. 

Baca Juga: Seruan Kelompok ISIS Kepada Pengikutnya Agar Memanfaatkan Momentum Perang Ukraina...

Meski demikian, ISIS masih terus melakukan serangan-serangan kecil di negara itu. 

Pada Juli 2021 lalu, ISIS mengklaim melakukan pengeboman sebuah pasar di Kota Sadr, Baghdad, yang menewaskan puluhan orang. 

Berdasarkan laporan PBB tahun lalu, diperkirakan sekitar 10 ribu anggota ISIS masih aktif di Irak dan Suriah. 

Baca Juga: Seruan Kelompok ISIS Kepada Pengikutnya Agar Memanfaatkan Momentum Perang Ukraina...

Dalam peristiwa penyerangan di penjara Suriah hari ini, menurut kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, Rami Abdul Rahman, jumlah korban tewas dari pihak ISIS mencapai belasan orang. 

“Setidaknya 16 anggota ISIS tewas di tangan pasukan Kurdi di dalam penjara dan di sekitarnya,” kata Rami, dalam AFP, dikutip dari CNNIndonesia.com. 

Sementara itu, dari pihak tentara Suriah sedikitnya 18 orang tewas, termasuk penjaga.
“Jumlah mereka yang tewas di antara pasukan keamanan internal Kurdi dan penjaga penjara mencapai 18 orang,” demikian pernyataan lembaga itu. 

Lembaga tersebut juga menyatakan, serangan kali ini merupakan yang terbesar sejak ISIS dikalahkan pada 2019. 

Di hari yang sama, ISIS juga melakukan serangan ke pangkalan militer di Irak dan menewaskan 11 tentara. 

Serangan itu terjadi sekitar pukul 2.30 waktu setempat di pangkalan militer Hawial-Azim.

Bagikan