Kejari Jeneponto Tetapkan Saleha, Saharuddin dan Kaharuddin Tersangka Korupsi RSUD Latopas

Korupsi Jeneponto
RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Penetapan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran daftar utang dana operasional rapat-rapat kanntor, belanja makan minum pasien dan petugas jaga malam pada RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas) sebesar Rp 865. 135 000, yang dibayarkan pada tahun 2014 menjadi bahan perbincangan di masyarakat Kabupaten Jeneponto.

Sebagian besar masyarakat penasaran dengan tiga inisial nama yang ditetapkan tersangka, selain itu masyarakat juga memperbincangkan terkait adanya informasi bahwa Kejari Jeneponto keliru dalam menetapkan tersangka.

Namun Kejari Jeneponto menjawab teka-teki inisial tersangka yang membuat  masyarakat penasaran dengan membenarkan bahwa ketiga orang yang ditetapkan tersangka adalah inisial Hj S adalah Hj Saleha, HS adalah H Saharuddin dan K adalah Kaharuddin.

“Iya sudah betul itu yang tiga orang,” kata Kasi Intel Kejari Jeneponto, Nasran saat dikonfirmasi awak media lewat telepon selulernya, Jumat, 19 Juli 2019.

Terkait dengan adanya kekeliruan dalam menetapkan tersangka, Nasran membantah informasi tersebut.

“Itu tidak benar, sebelum kita tetapkan tersangka, kami sudah mengkaji dan mempertimbangkan dengan baik, tidak mungkin kita tetapkan tersangka kalau bukti tidak mengarah kepada ketiga tersangka tersebut, dan nanti dipersidangan dia buktikan jika ada yang beranggapan ada kekeliruan,” jelasnya.

Ditanya terkait kebenarannya, bahwa Kaharuddin ditetapkan tersengka dalam kapasitasnya sebagai bendahara pengeluaran, Nasran membenarkan hal tersebut.

“Iya sudah betul, kasus itu kan tahun 2013-2014, dimana hasil pemeriksaan  BPK menunjukka tidak terdapat bukti pertanggungjawaban atas realisasi pembayaran utang belanja tahun anggaran  2013 dan realisasi pembayaran itu juga tidak dibuatkan kuitansi pembayaran oleh bendahara pengeluaran,” katanya.

Tanggapan Kaharuddin saat ditetapkan tersangka

Sementara itu, mantan Bendahara pengeluaran RSUD Lanto Daeng Pasewang, Kaharuddin yang juga ditetapkan tersangka oleh Kejari Jeneponto mengatakan akan koperatif mengikuti proses untuk mengetahui kejelasannya ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya akan mengikuti proses, supaya saya tahu kejelasan atas ditetapkannya saya sebagai tersangka, pada saat pencairan  dana pada tahun 2014 bukan saya bendahara pengeluaran, saya jadi bendahara sampai bulan Desember 2013, masuk 2014 sudah bukan saya bendahara pengeluaran,” kata Kaharuddin kepada terkini.id, lewat telepon selulernya, Jumat, 19 Juli 2019.

Berita Terkait
Komentar
Terkini