Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean saat ini menjadi salah satu tokoh yang lantang menolak aksi Reuni 212 pada tahun ini. Padahal, dulunya ia sempat ikut avara itu pada 2018.
Saat menghadiri Reuni 212 itu, Ferdinand Hutahaean kala itu masih menjabat pengurus di Partai Demokrat.
Bahkan, ketika itu Ferdinand tampak membaur dengan para peserta Reuni 212 dengan mengenakan peci hitam bertuliskan kalimat tauhid.
Ferdinand pun pada kesempatan itu ikut menyampaikan aspirasi pribadinya terhadap pemerintahan Jokowi.
Kala itu, dia yang masih berstatus sebagai oposisi mengingatkan pemimpin negara agar tak menganggap Reuni 212 sebagai suatu ancaman.
- Sindir Anies Tak Miliki Kemampuan Berkarya Nyata, Ferdinand Hutahaean: Kasihan Jakarta 5 Tahun Tak Menghasilkan Apa Apa
- Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean: Tak Perlu Halangi yang Lain Demi Ambisi Politik
- Bandingkan Roy Suryo dengan Ferdinand, Rudi Valinka: Dia Dipenjara Walau Sudah Hapus Cuitan dan Minta Maaf
- Sampaikan Permohonan Maaf Lewat Surat, Ferdinand Hutahaean : Atas Kekhilafan Saya Mohon Dimaafkan
- Sebut Ferdinand Cuma Umpan, Akun Eko Widodo: UAS Target Sebenarnya
“Jangan dilihat (Reuni) 212 itu sebagai ancaman politik untuk Jokowi. Dilihat itu bahwa semangatnya persatuan. Kalau perlu Jokowi hadir di sana, kan itu lebih baik daripada dilakukan upaya-upaya pencegahan,” ujar Ferdinand kala itu, dikutip dari Era, Kamis 2 Desember 2021.
Saat itu, Ferdinand yakin tidak ada aturan dan hak-hak pribadi yang dilanggar dalam aksi tersebut. Dia menekankan, pemerintah mestinya memfasilitasi dan menjaga aksi tersebut agar lancar dan damai.
“Prinsipnya, bahwa itu reuni. Jadi harus dilihat sebagai semangat persatuan, semangat menyatukan, harus dilihat sisi positifnya bahwa itu untuk mengenang sebuah perjuangan,” tutur Ferdinand.
“Yang penting semua pihak bisa menjaga acara reuni itu dengan baik, tidak mengganggu ketertiban umum, mengganggu hak pengguna jalan. Itu juga perlu dipikirkan. Kita juga minta pemerintah untuk tidak berupaya menghalangi atau menghambat, justru memfasilitasi dan mengatur dengan baik,” tambahnya.
Akan tetapi, saat ini Ferdinand Hutahaean tak lagi berada di Partai Demokrat. Alih-alih merongrong dan mengkritik, belakangan dia lebih sering mendukung dan membela kebijakan Presiden Jokowi.
Berbeda dengan dulu, Ferdinand saat ini tak setuju dengan aksi kumpul-kumpul seperti Reuni 212.
“Reuni 212 hari ini paling dihadiri seratusan orang. Itupun panitia 50% jadi yang ikutan dari unsur rakyat hanya kaum-kaum yang memang sudah akut bencinya kepada Pancasila. Saya berharap Polri dan TNI langsung saja gulung panitianya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
