Mahar Pernikahan Putri Bupati Jeneponto dan Anak Bupati Konawe Ditaksir Senilai Rp12 Miliar

Putri Bupati Jeneponto
Putri Bupati Jeneponto Irma Dwiyani Iskandar. (Foto: Instagram)

Terkini.id, Jeneponto – Putri kedua Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Irma Dwiyani Iskandar, resmi dilamar anak Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Fachry Pahlevi, Kamis, 20 Februari 2020.

Dari pantauan di lokasi acara lamaran, telah berlangsung perundingan atau pembicaraan secara adat tradisional antara utusan keluarga calon mempelai laki-laki dengan utusan keluarga calon mempelai perempuan.

Dari hasil pembicaraan itu, disepakati mahar pernikahan, berupa 12,5 hektar tanah yang disebut di dalamnya penuh dengan nikel, 30 ekor ternak sapi dan tiga ekor kerbau.

“Mahar yang disepakati, 12,5 hektar tanah, 30 ekor sapi dan tiga ekor kerbau,” ungkap Sekertaris Daerah (Sekda) Jeneponto Syafruddin Nurdin kepada wartawan, Kamis, 20 Februari 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah mahar tersebut ditaksir senilai Rp 12 miliar lebih dengan rincian, nilai harga tanah Rp 100.000/meter persegi dikali 12,5 hektar, total Rp 12,5 miliar.

Menarik untuk Anda:

Adapun harga ternak sapi per ekor ditaksir Rp 10 juta dikali 30 ekor, total Rp 300 juta. Dan tiga ekor kerbau ditaksir seharga Rp 10 juta per ekor, maka total mahar ternak dalam pernikahan tersebut ditaksir senilai Rp 330 juta.

Jika ditotal keseluruhan, maka nilai mahar putri Bupati Jeneponto yakni senilai Rp 12,8 miliar lebih.

Sementara untuk jumlah uang panaik, kedua belah pihak keluarga menyepakati untuk tidak disebutkan dalam acara lamaran itu.

“Untuk uang Panai kedua keluarga besar menyepakati untuk tidak disebutkan,” ujar Syafruddin.

Selain menyepakati mahar pernikahan, kedua keluarga juga memutuskan hari resepsi pernikahan akan dilaksanakan pada 25 Juni 2020, mendatang.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kenang Gus Im, Gus Muwafiq: Almarhum Tak Mau Lihat Temannya Susah

Ahok: Siapapun yang Korupsi di Pertamina, Kami Akan Lacak Anda

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar