Terkini.id — Banyak warga yang mengeluhkan cara kerja gugus tugas dalam hal penanganan jenazah covid-19 di Sulsel.
Sebab jenazah pasien negatif pun dimakamkan secara protokol covid-19. Bahkan salah satu warga Kabupaten Gowa mendapatkan perlakuan tak adil atas kematian istrinya usai divonis PDP di salah satu rumah sakit di Makassar.
Padahal hasil swab, istrinya negatif, namun jenaza istrinya dimakamkan dengan menerapkan protokol covid-19.
Mendengar hal tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Arum Spink meminta masyarakat yang mengeluhkan kinerja Satgas covid-19 ke DPRD. Hal itu akan menjadi bahan rapat evaluasi.
“Kita juga tidak bisa mengatakan seluruh tahapannya salah. Kita perlu laporan dari masyarakat agar kita bisa menemukan faktanya, apa yang sebenarnya yang terjadi di lapangan,” kata Arum Spink melalui sambungan telepon, Rabu 3 Juni 2020.
- Rapat Paripurna DPRD Sulsel, PPP Pertanyakan Hilangnya Potensi Pendapatan Rp1 Triliun
- Lukman B Kady Serap Aspirasi Warga Bontoala Saat Pengawasan APBD 2026
- DPRD Sulsel Bahas Ranperda Kenaikan Pajak Kendaraan, Bapenda Sepakat Naikkan Tarif
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
Selain itu, Ketua Fraksi NasDem Sulsel ini berencana akan menggelar evaluasi kinerja Dinas Kesehatan Sulsel terkait penanganan covid-19 di Sulsel.
“Rencananya pekan depan kita akan menggelar rapat evaluasi bersama mitra kami Dinas Kesehatan terkait penanganan covid-19 di Sulsel, di Komisi E,” ujarnya.
Ia berharap, satgas covid-19 Sulsel memaksimalkan hasil tes rapid, swab dan PCR agar penangan covid-19 di Sulsel bisa teratasi dengan cepat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
