Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum, Muannas Alaidid menilai bahwa eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan eks Front Pembela Islam (FPI) merupakan pihak yang paling getol “menggoreng” isu azan.
Hal ini ia sampaikan saat mengomentari soal seorang pria bernama Doni Putra yang mengancam Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menggunakan samurai melalui sebuah video.
Doni Putra dalam video tersebut memang menilai bahwa Menag Yaqut telah membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.
“Orang-orang seperti ini mestinya sudah masuk bui,” kata Muannas Alaidid melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 27 Februari 2022.
“Eks HTI dan FPI yang paling getol ‘goreng’ isu azan meski sudah diklarifikasi. Padahal RS sebagai pemantik sudah dilaporkan,” sambungnya.
- Roy Suryo Minta Maaf soal Meme Patung Buddha, Muannas: Biar Gak Ditangkap, Dia Terpaksa Ngaku-Ngaku Korban
- Sindir Keras Roy Suryo, Muannas: Kok Bisa Dia Pernah Dipercaya Ngurusin Orang Banyak dengan Jadi Menpora
- Sebut Isi Podcast RH Sampah, Muannas Alaidid: Sepanjang Sejalan dengannya dan Benci Pemerintah, Bisa Tayang
- Wasekjen PA 212 Ingin Potong Kuping Ruhut, Muannas Alaidid: Ikuti Proses Hukum!
- Ade Armando Dituding Penista Agama, Muannas Alaidid: Saya Saksi Dia Tak Pernah Tinggalkan Salat
Muannas Alaidid yang juga seorang pengacar pun menilau bahwa tindakan Doni Putra itu memenuhui unaur pidana.
“DP ini kadrun level atas, jelas memenuhi unsur pidana 335 KUHP (pengancaman), 310, 311 dan UU ITE. @DivHumas_Polri,” katanya.
Bersama cuitannya, Muannas Alaidid membagikan cuitan netizen yang mengunggah video Doni Putra.
“Doni Putra sudah kebablasan Sepertinya ada unsur pidana nih pak @DivHumas_Polri,” kata @om_is***.
Adapun dalam video yang audah ramai beredar, nampak seorang pria berkemeja batik menghadap kamera.
Nampak ia memegang sebuah samurai dengan gagang berwarna merah dan putih di tangan kanannya.
Tertera tulisan di layar “BAPAK YAKUT JANGAN USIK AZAN”.
Awalnya, laki-laki yang diketahui bernama Doni Putra itu memprotes soal Menag Yaqut yang dinilai membandingkan azan dengan gonggongan anjing.
“Bapak Yaqut, tolong jangan usik agama kami,” kata Doni Putra.
“Kalau bapak terus mengusik agama kami…..” lanjutnya.
Dia tak melanjutkan ucapannya, justru menarik samurai miliknya dengan tangan kiri.
Samurai itu tak sampai lepas dari sarungnya. Doni hanya menarik dua pertiga samurai dari sarungnya, lalu kembali memasukkannya.
Ia melakukan itu dengan keras hingga terdengar bunyi gesekan antara samurai dan sarungnya.
Tak hanya sekali, Doni Putra melakukan hal tersebut sampai dua kali, sambil menatap kamera tanpa kata-kata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
