Nantikan Film ‘Pejuang Sunyi’, Kisah Nyata Reporter Liputan Sengketa Pilpres

reporter televisi saat berlangsungnya sidang sengketa pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Terkini.id,Makassar –  Salah satu sutradara tanah air, Kuswara Sastra Permana sebentar lagi akan merilis satu film yang berkisah tentang reporter TV bertugas liputan Sengketa Pilpres di Mahkamah Agung. Judulnya adalah “Pejuang Sunyi”, sebuah film yang diangkat dari kisah nyata.

Kuswara Sastra Permana dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi terkini.id mengatakan bahwa menjadi jurnalis bukan tugas yang mudah. Begitu dinamis dan berisiko tragis. Banyak tantangan tapi banyak pula ancaman.

“Apalagi kerja jurnalis tak mengenal waktu, tak peduli pagi, siang, dan malam. Tak peduli terik, hujan bahkan badai, kewajiban meliput tetap harus ditunaikan,” tulisnya.

Belum lagi hiruk-pikuk dunia perpolitikan, praktik korupsi, serta permasalahan sosial. Menurut pria kelahiran Kuningan Jawa Barat, 10 April 1975 ini menyatakan bahwa semua laik untuk  dipublikasikan. Kendati demikian, menjadi jurnalis adalah sebuah panggilan hati. Seberat apapun, jurnalis sejati tetap melakukan tugasnya demi kepentingan yang hakiki.

“Nah, salah satu dari jutaan cerita yang bisa diambil adalah kukuhnya para awak media memberitakan sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi atau MK. Ya, rangkaian sidang yang panjang. Pernah satu hari sidang tersebut berlangsung hampir 20 jam, ditutup pukul 04.55 WIB atau bertepatan dengan kumandang azan subuh,” urainya.

Seorang reporter televisi sedang liputan saat berlangsungnya sidang sengketa pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Oleh karenanya, hal inilah yang menjadi salah satu alasan dirinya untuk membawa kisah tersebut ke film layar lebar secara religius, romantis, dan dekat dengan fenomena sehari-hari.

“Bicara wartawan, selalu banyak sisi menariknya, bagaimana saat wartawan membuat janji wawancara yang tidak selalu mulus, bagaimana saat menunggu narasumber,” lanjut Kuswara.

Sutradara yang pernah menggarap film Bait Surau ini menambahkan bahwa aktivitas atau kegiatan sehari-hari pekerja jurnalis jika melihat peristiwa ataupun masalah sosial yang terjadi di negeri ini secara alami tentu memberitakan fakta tersebut.

“Sisi sosial jurnalis suatu hal yang bertolak dari profesionalisme wartawan. Jurnalis kan menangkap fakta dan menuliskan menjadi sebuah berita jika melihat peristiwa,” sambungnya.

Sayangnya, saat ditanya lagi soal isi cerita film tersebut, Kuswara enggan membeberkan lebih jauh film barunya itu. Ia hanya membocorkan tentang judul filmnya, yakni ‘Pejuang Sunyi’ yang akan dibintangi oleh pemain baru dan juga pemain-pemain top Indonesia.

“Tunggu aja filmnya. Film ini punya kesan sarat pesan untuk mengajak serta mengingatkan kembali pada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah issue politik dan SARA,” imbuhnya.

Tentang Film “Pejuang Sunyi”

Film Pejuang Sunyi merupakan film yang diangkat dari kisah reporter televisi saat berlangsungnya sidang sengketa pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Produksi Menara Sinema mengangkat tema romance yang dibalut dengan unsur traveling reportase dan religi. Film Pejuang Sunyi ini menceritakan tentang kehidupan seorang reporter yang secara tiba-tiba mendapatkan tugas untuk meliput seluruh kegiatan persidangan di MK.

Sinopsis

Adegan pembuka film diawali dengan suasana khas kehidupan anak desa di sebuah pegunungan, di pinggiran bukit tiga anak desa selalu menunggu kedatangan pesawat terbang melintas.

Tiga anak kecil yakni Al Kautsar, Al Kalam, dan Annisa berlarian riang, berusaha mengejar pesawat yang melintas, untuk mengisinya dengan mimpi dan doa-doa mereka. Annisa, anak bungsu dari tiga bersaudara berlari paling depan mendahului kakak-kakaknya. Akan tetapi, pesawat-pesawat itu jauh meninggalkan Annisa.

“Annisa, Jadilah Pejuang di Jalan Sunyi untuk Ibu dan Ayah, Seorang Wartawan yang Menjadi Rujukan Dunia”.

Begitulah kata Ibu kepada Annisa. Kedua orang tua yang selalu kompak memberikan motivasi dan bangga kepada putra-putrinya, kedua orang tua yang selalu mendukung dan melindungi, dua orang kakak yang memiliki kasih sayang terbesar untuk adiknya, mampu membawa Annisa menjadi wartawan sekaligus penulis muslimah yang diperhitungkan, pemberi ilmu di kolong jembatan, pengajar di tempat pemungutan sampah, dan ibu di antara anak-anak asuh di panti asuhan Annisa.

Tak hanya itu, Annisa juga menjadi mata untuk ayah dan ibunya melihat lebih luas tentang Indonesia. Pada suatu hari ketika Annisa sedang berada di sebuah Kabupaten, Annisa menerima kabar dari kantor tempat Annisa bekerja. Dari percakapan tersebut, Annisa curiga, pasti ada sesuatu yang serius soal tugas yang diberikan oleh atasannya.  Annisa lantas kembali ke Jakarta.

Ulasan Singkat

Film Pejuang Sunyi termasuk salah satu film yang mengangkat sebuah realita persidangan di Gedung MK, Annisa begitu memulai reportasenya di pagi itu menyiapkan semua perlengkapan, dari sebuah apartemen anisa keluar menelusuri lorong, lalu berangkat, dan berhenti di Tugu Air Mancur.

Bersama camera person, Annisa berjalan sepanjang jalan Thamrin menuju Patung Kuda, dan Annisa sudah melihat kerumunan para pendukung salah satu pasangan calon presiden, lalu Annisa memulai reportasenya di tempat itu sambal menembus rumitnya menuju gedung MK.

Annisa berhasil menembus gedung MK, lalu Annisa bergabung dengan media-media lainnya, Annisa memulai aktivitasnya meliput seluruh kegiatan persidangan di gedung MK sampai akhir.

Sidang sengketa Pilpres 2019 telah berakhir. Annisa pun melanjutkan kembali liputan ke daerah-daerah. Hal yang tidak disangka oleh Annisa, sore itu dalam sebuah tempot, Annisa duduk bersampingan dengan Pejuang Sunyi sebenarnya, Anissa tertegun, terdengar Pejuang Sunyi tersebut mengucapkan kalimat “Saya orang kampung, melalui kampung saya bisa melihat dunia, dengarkan saja apa yang akan diucapkan oleh-Nya.

Tuhan tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah, bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, tawa di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban dari setiap doa.

Dalam hidup, manusia tentu mengenal cinta. Baik itu cinta terhadap pasangan, teman, keluarga, pekerjaan, hobi bahkan negara. Perasaan itu muncul untuk membuatmu merasa hidup.

Namun tak hanya manisnya perasaan saja, terkadang kamu juga harus merasakan pahitnya roda kehidupan. Sebab jika kamu siap jatuh, maka kamu juga harus bersiap menjadi dirimu sendiri untuk bangkit setiap kali sedang merasakan kepahitan dalam kehidupan. Dan untuk menyelamatkanmu dari orang yang salah Allah mematahkan hatimu.

Lupakan mereka yang menyakitimu kemarin, tapi jangan lupakan mereka yang menyayangimu hari ini. Pernah berjuang lalu dipatahkan. Pernah berharap lalu dikecewakan, Sakitkah? Bersabarlah Allah tak tidur, hidupmu sudah diatur, berusaha saja, berdoa saja, semuanya akan baik-baik saja.

Merelakan segala yang hilang dan pergi, berarti membuka pintu bagi yang lebih baik dan baru, dunia ialah aliran ujian, jangan henti memaknainya. Percaya saja, Tuhan menggenggam semua doa. Lalu dilepaskan-Nya satu per satu di saat yang paling tepat. Kekecewaan adalah salah satu cara Tuhan dalam berkata : “Aku punya sesuatu yang lebih baik buatmu.” Salam, Pejuang Sunyi…

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Selamat Jalan Mr Crack

DI dunia yang dihuni tujuh miliar penduduk, ada segelintir orang -- mungkin tak sampai selusin -- yang disebut dengan jenaka sebagai gipsy aeronautics. Orang-orang
Opini

Joshua Wong, Tokoh Utama Demo Hong Kong

IA ditangkap. Ia dibebaskan. Ia dilarang pergi ke luar negeri. Ia diizinkan pergi.Itulah hebatnya hukum di Hongkong. Peninggalan Inggris.Joshua adalah salah satu tokoh utama
Opini

Tentang Perlindungan Anak

INI kejadian tahun 2010. Sorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum
Opini

Pemerintahan Yang Berubah

PERNAHKAH kita menyelami bahwa keberadaan pemerintah tidak lain dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Namun, seringkali kita meragukan bahwa penyelenggaraan pemerintahan telah berjalan dengan
Opini

Mengenal Kaltim Calon Ibu Kota Kita

TAHUKAH anda bahwa satu satunya lahan di Kalimantan Timur yang tidak dikuasai penambang dan HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan
Opini

Ibu Kota Baru

SAYA tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.Di Kaltim ada
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka