Makassar Terkini
Masuk

Netizen ini Serukan Tangkap Benny Mamoto, Sebut Penyesat Opini Tragedi KM 50 dan Kasus Sambo

Terkini.id, Jakarta – Pengguna media sosial dengan nama akun Ganti2Nama menyerukan untuk menangkap Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto.

Seruan netizen ini untuk menangkap Benny Mamoto berdasarkan anggapannya yang mengatakan anggota Kompolnas yang licik dan pandai berbohong.

Selain menyebut anggota Kompolnas licik dan pandai berbohong, dia juga menyebut Benny Mamoto penyesat opini tragedi KM 50 dan kasus Ferdy Sambo.

“Tangkap Benny Mamoto ! Anggota Kompolnas yang licik dan pandai berbohong, penyesat opini tragedi KM 50 dan penyesat opini kasus Sambo”, kata Akun Ganti2Nama, dikutip dari cuitannya, Senin 8 Agustus 2022.

Dilihat dari sebuah video yang beredar, Benny Mamoto menyampaikan jika dirinya perlu turun langsung ke lapangan untuk meluruskan silang informasi di masyarakat terkait kematian Brigadir J.

“Jadi kasus ini kan berawal dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J yang masuk ke kamar kemudian istri Kadiv Propam (eks) Ferdy Sambo, Bharada E itu langsung turun melihat ada apa , setelah turun ditemui disitu ada Brigadir J yang justru malah menodong senjata kemudian melakukan tembakan kemudian terjadilah tembak menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia”, kata Benny Mamoto.

Terkait tembakan Brigadir J yang meleset, Benny Mamoto menyampaikan jika saat itu Brigadir J sedang panik dan tidak fokus sehingga mengakibatkan tembakannya meleset.

“Perlu dijelaskan bahwa kondisi Brigadir J ini dalam keaadan panik dalam keadaan tidak fokus dalam membidikkan senjatanya karena kaget ketahuan sehingga arah tembakannya tidak menentu, disamping itu juga terhalang oleh tangga sementara Bharada E ini dapat fokus karena dia ada di atas bisa mengarahkan senjatanya kea pa Brigadir J”, ujar Benny Mamoto.

Sebelumnya, netizen ini juga menyerukan untuk menangkap Irjen Ferdy Sambo dan juga Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran terkait dengan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Seruannya untuk menangkap Sambo dan Fadil terkait dugaan penghilangan barang bukti terkait kasus polisi tembak polisi.

“Menghilangkan barang bukti adalah pidana kejahatan pelakunya harus dihukum yang memerintahkan dihukum lebih berat. Tangkap Sambo dan Fadil”, kata akun Ganti2Nama.

Akun ini juga menyebut jika Polri telah membuat kebohongan baru. hal ini berkaitan dengan kabar CCTV di rumah sambo dicuri.

“CCTV rumah sambo dicuri !? Polri buat kebohongan baru! karena CCTV tersebut bukan dicuri tapi disuruh cabut dan sembunyikan oleh Sambo”, kata akun Ganti2Nama.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak Polri terkait seruan menangkap Benny Mamoto, Ferdy Sambo dan Fadil Imran dari akun Ganti2Nama.