Masuk

Rahmat Effendi Resmi Jadi Tersangka Korupsi, Warganet Beri Pesan: Kejahatan Korupsi Anak Presiden dan Ketum Parpol Juga Harus Diungkap!

Komentar

Terkini.id, JakartaRahmat Effendi, Wali Kota Bekasi kembali jadi sorotan usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkannya sebagai tersangka.

KPK menetapkan Rahmat menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang.

“Tim penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana lain yang dilakukan tersangka RE sehingga dilakukan penyidikan baru dengan sangkaan TPPU,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Senin 4 April 2022.

Baca Juga: Tak Hanya Hambalang, Berikut Daftar Pembangunan Mangkrak di Kalimantan Akibat Ulah Koruptor, Warganet Sindir Kepemimpinan SBY

Ali menjelaskan bahwa Rahmat melakukan TPPU dengan cara membelanjakan, menyembunyikan atau menyamarkan kepemilikan sejumlah harta kekayaannya. Harta itu diduga didapatkan dari korupsi.

“Tim Penyidik segera mengumpulkan dan melengkapi alat bukti di antaranya dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi,” kata Ali.

Selain Rahmat, KPK juga menetapkan 8 tersangka lain. Dalam kasus ini, Rahmat Effendi diduga telah menerima uang Rp 7,1 miliar dalam proyek ganti rugi pembebasan lahan di Kota Bekasi.

Baca Juga: Miris! Bendahara Umum PBNU Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Warganet: Memalukan, Wajib Dimiskinkan!

Selain itu, Rahmat Effendi juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada Pemkot Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya dan juga dalam pengurusan proyek ganti rugi pembebasan lahan serta tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan terus mengejar aliran suap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

Pihaknya tengah menyelidiki apakah aliran suap itu mengalir ke partai yang menaungi Pepen, yakni Golkar.

“Kami akan telusuri lebih dahulu informasi yang ada termasuk yang disampaikan tadi (dugaan aliran dana ke Golkar),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya pada Selasa, 29 Maret 2022.

Baca Juga: Walikota Nonaktif Bekasi Terima Suap Rp 10 Miliar, KPK: Dia Anggap Itu Sebagai Hadiah

“Prinsipnya sekali lagi di awal kami sampaikan, ya, kami akan terus telusuri mengenai penggunaan aliran dana penerimaan uang termasuk tadi informasi penggunaan uang-uang yang dimaksud untuk pembelian aset-aset,” kata Ali.

Ditangkapnya Rahmat Effendi ini menuai komentar warganet. Sebagiannya terus mendukung KPK agar mengungkap kasus-kasus korupsi lain.

“Mari KPK, jangan takut atau segan, menindak kejahatan Korupsi anak anak presiden dan ketum parpol. Jangan karena bapak ibunya orang berpengaruh kalian jiper. Pakai dasar hukum” tulis akun @Kimberley20101.