Makassar Terkini
Masuk

Patahkan Dugaan Kamaruddin, Ricky Vinando: Ferdy Sambo Tak Tahu Menahu

Terkini.id, Jakarta – Praktisi hukum, Ricky Vinando menanggapi pernyataan pengacara keluarga korban Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak yang menduga adanya sejumlah TKP alternatif dalam kasus kematian Brigadir J yang sebelumnya disebut aparat terjadi di kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo.

Menurut Ricky, ketiga alternatif TKP yang disebut Kamaruddin yakni pertama di Magelang, kedua TKP antara tol dari Magelang menuju Jakarta dan ketiga di rumah dinas Ferdy Sambo.

Selain itu, Ricky Vinando juga menanggapi pernyataan Kamaruddin Simanjuntak yang menduga adanya pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Menanggapi hal tersebut, Ricky Vinando mematahkan kedua dugaan itu. Ia sangat meyakini, TKP kasus kematian Brigadir J hanya ada 1 yaitu di rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo dan tak ada alternatif di tempat lain. Dirinya juga meyakini tak ada pembunuhan berencana.

“Dia bilang alternatif TKP 1 ada di Magelang, pertanyaan hukumnya, apa manfaat atau keuntungan yang didapat dengan membawa mayat Brigadir J dari Magelang ke Jakarta lalu diletakkan di rumah dinas? Kan sama sekali tidak ada manfaat atau keuntungan. Jadi benar-benar tidak logis tudingan kuasa hukum keluarga korban Brigadir J, prihatin sama logika hukumnya,” kata Ricky Vinando dalam keterangan persnya yang diterima Terkini.id, Rabu 27 Juli 2022.

Selain alternatif TKP 1 di Magelang, Ricky juga mematahkan dugaan Kamaruddin terkait adanya alternatif TKP ke 2 di sepanjang tol dalam perjalanan Magelang menuju Jakarta.

Ricky menyebut, sepanjang Magelang menuju Jakarta terdapat banyak jalan tol, pintu gerbang tol hingga rest area yang tersedia.

Lanjut Ricky, timbul pertanyaan hukum, apa akibat atau konsekuensi paling logis jika 340 KUHP jo 338 KUHP  jo 351 ayat 3 KUHP jika dilakukan di sepanjang tol dalam perjalanan Magelang menuju Jakarta?

“Harus ditutup total semua akses masuk jalan tol dan pintu gerbang tol dari arah Magelang menuju Jakarta (Tol Ungaran-Bawen, Tol Batang-Semarang, Tol Pemalang-Batang, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Kanci-Pejagan, Tol Palimanan-Kanci, Tol Cikopo-Palimanan, Tol Jakarta – Cikampek- Tol JORR). Pun sebaliknya dari arah Jakarta menuju Magelang juga harus ditutup total semuanya mulai dari Tol JORR sampai tol Ungaran-Bawen, supaya streril dan aman, sehingga tidak ada kendaraaan yang bisa melintas baik dari Magelang menuju Jakarta, pun sebaliknya Jakarta ke arah Magelang,” bebernya.

“Semua rest area yang ada di tol-tol diatas yang tersebar dari Magelang menuju Jakarta, pun sebaliknya dari arah Jakarta menuju Magelang, harus ditutup dan clear semuanya tidak boleh ada 1 outlet pun yang beroperasi termasuk Alfamart, SPBU dan lain-lain yang biasa ada di rest area,” tambahnya.

Ia pun mengatakan, akibat hal itu semua kendaraan baik dari arah Magelang menuju Jakarta pun dari arah sebaliknya, Jakarta menuju Magelang, menjadi macet total karena semua pintu tol ditutup dan kendaraan menumpuk karena tak bisa memasuki gerbang Tol Ungaran-Bawen atau tol lainnya sebagai tol awal untuk menuju Jakarta, sebaliknya dari Jakarta tak bisa masuk ke tol yang mengarah ke Magelang, sehingga akibatnya macet panjang tak terhindarkan hingga merembet ke jalan-jalan non tol.

Lebih lanjut, Ricky juga menyebut bahwa TKP kasus kematian Brigadir J hanya 1 yaitu di rumah dinas. Terlebih, kata dia, kekasih Brigadir J yaitu Vera mendapat chat terakhir dari Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 16:43 WIB. Sehingga menurut Ricky, merujuk pada jam tersebut, maka otomatis  mematahkan alternatif TKP 1 dan 2.

“Dengan adanya chat terakhir Brigadir J untuk Vera pukul 16:43 WIB dan ditemukan mati pukul 17:00 WIB di rumah dinas, maka itu juga fakta hukum tak terbantahkan Brigadir J sudah di rumah dinas pada saat chat Vera. Chat pukul 16:43 itu juga bukti Brigadir J masih hidup dan layaknya manusia normal karena masih bisa mengingat, berpikir hingga menanyakan kabar Vera. Kalau sudah dianiaya berat seperti yang dituding kuasa hukum, bagaimana logika hukumnya masih ingat, bisa pegang hp dan komunikasi dengan kekasih?,” ujarnya.

“Brigadir J meninggal 17 menit setelah kirim chat ke Vera. Logika hukumnya, jelas ada kejadian spontan mendadak yang membuat Brigadir J mati di rumah dinas, karena kalau sebelumnya kepala belakang luka terbuka, di bawah mata ada luka, ada juga luka sayat, luka tusuk, luka memar, lebam, kaki bengkok, telinga bengkak seperti yang disampaikan kuasa hukum, maka logikanya Brigadir J sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk melakukan apapun, tapi faktanya masih bisa kirim chat pada 16:43. Artinya tak ada penganiayaan sebelumnya,” tambahnya.

Lanjut Ricky, maka chat terakhir Brigadir J kepada Vera pada pukul 16:43 juga petunjuk kuat bahwa tidak ada penganiayaan dan pembunuhan berencana pada Brigadir J sepanjang Magelang menuju Jakarta seperti yang didalilkan kuasa hukum selama ini. Karena rentang waktu mulai jam 16:44- 16:57-16:58, hingga ditemukan sudah tewas jam 17:00, itu sangat singkat dan patut diduga ada perbuatan spontan yang dilakukan Brigadir J, karena dari fakta sebelumnya, penyebab tembak-tembakan dengan Bharada E terjadi karena Brigadir J melecehkan istri Sambo.

“Artinya diduga kuat ada pelecehan itu karena istri Sambo sedang sendirian di rumah dinas. Sambo ada di rumah pribadi dan jam 17:12 sesuai CCTV, Sambo baru ke rumah dinas yang menjadi TKP. Ricky juga menyebut dengan Sambo  tiba di rumah dinas pada 17:12 WIB. Sehingga jelas itu petunjuk hukum yang terang benderang bahwa Sambo tidak tahu menahu apa yang terjadi di rumah dinas,” tegas Ricky Vinando.

“Ditambah lagi fakta dari majalah Tempo pekan ini bahwa dalam CCTV 8 Juli 2022 jelang sholat Azhar, Brigadir J, Bharada E dan istri Sambo menuju ke rumah pribadi Sambo di Jl. Sanguling untuk PCR, baru kemudian ketiganya kembali lagi ke rumah dinas yang menjadi TKP. Artinya jelas sekitar 15:25 sebelum sholat azhar pun, Brigadir J masih bisa menemani istri Sambo ke rumah pribadi Sambo, ditambah chat ke pacar jam 16:43 WIB, jelas tidak ada penganiayaan dan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Matinya Brigadir J karena diduga akibat ada kejadian spontan di rumah dinas,” pungkasnya.